Sukses

Penanganan ISK Berulang

25 Dec 2014, 23:35 WIB
Wanita, 66 tahun.

Mamaku ISK,dgn leukosit 14,sample urine trdapat eritrosit,protein,nitrit,dan bakteri dikultur bakteri pseudomas n ecoli.uda rawat rmh sakit 3x keluar masuk,namun masih infeksi. Kultur urine sensitivitas dgn injeksi antibiotik yg sensitif n konsumsi obat ciprofloaxcin. Pasang kateter,namun masih merasa mau kencing, apakah masih infeksi atau adanya pnyumbatan batu dimana di empedu ada batu2 kecil ?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena adanya invasi mikrooganisme pada saluran kemih. Untuk menegakkan diagnosis ISK harus ditemukan bakteri dalam urin melalui biakan atau kultur  dengan jumlah yang signifikan. Tingkat signifikansi jumlah bakteri dalam urin lebih besar dari 100.000/ml urin. Namun, pada pasien dengan simptom ISK, jumlah bakteri dikatakan signifikan jika lebih besar dari 100/ml urin.

Infeksi saluran kemih adalah penyakit yang memiliki angka kejadian yang tinggi, terutama bagi wanita. Hal ini karena saluran kencing wanita memiliki ukuran lebih pendek (sekitar 4 cm) dibandingkan dengan saluran kencing pria, yakni sekitar 12 cm. Hal inilah yang menjadi penyebab utama. Dengan memiliki saluran kencing yang lebih pendek, bakteri E.coli, agen infeksius yang paling sering menjadi penyebab infeksi saluran kemih lebih mudah memanjat ke dalam saluran kemih yang pendek.

ISK menyebabkan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Tidak ada hubungan antara keluhan BAK tersebut dengan batu empedu seperti yang Anda utarakan.

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK.

Apabila setelah melakukan saran di atasAnda masih memiliki keluhan nyeri ketika BAK tersebut, maka kami sarankan untuk berkonsultasi langsung kembali ke dokter spesialis penyakit dalam atau spesialis urologi untuk evaluasi lebih lanjut, beberapa kondisi mebutuhkan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih.

Berikut kami lampirkan artikel mengenai infeksi saluran kemih:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar