Sukses

Penanganan Sakit Kepala Berdenyut

30 Oct 2014, 10:08 WIB
Wanita, 16 tahun.

Saya pelajar kelas 3 SMA dan belakangan sering sakit kepala, ketika baru bangun tidur, beraktivitas, bahkan ketika naik tangga kepala saya terasa sangat berdenyut-denyut. Apakah ada hubungan antara stress dengan sakit kepala tersebut? Pola makan saya teratur. Tapi waktu tidur saya belakangan berkurang, maksimal hanya 6 jam sehari.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit kepala adalah gejala yang sangat umum dan memiliki jenis yang bermacam-macam. Berdasarkan keluhan yang Anda utarakan, sakit kepala berdenyut.

Sakit kepala diklasifikasikan menjadi dua: sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer terjadi tanpa adanya penyakit yang mendasari, sedangkan sakit kepala sekunder merupakan gejala dari kondisi medis yang lebih serius. Yang termasuk dalam sakit kepala primer adalah sakit kepala tipe tensi (tension-type headache), migrain, dan cluster.

Kemungkinan keluhan yang Anda alami kemungkinan disebabkan oleh Tension Type Headache (TTH). TTH nmerupakan sakit kepala yang disertai kontraksi otot (tension headache), sakit kepala berdenyut, nyeri kepala unilateral (sebagian), atau muntah saat serangan. Sakit kepala tipe ini juga seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
  • Gangguan tidur
  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Kelelahan mata
  • Penghentian konsumsi kafein
  • dll

Jadi merujuk pada pertanyaan Anda apakah stress bisa menjadi salah satu pemicu? jawabannya adalah iya bisa. TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan, seperti paracetamol atau asam mefenamat yang dijual bebas. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika Anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH pada Mama Anda. 50% penderita TTH mengalami kekambuhan penyakitnya akibat dipicu oleh rasa lapar atau stress. Dengan menghindari faktor pencetus TTH, diharapkan dapat membantu Anda dalam mengatasi rasa nyeri dan membantu Anda untuk menghindari kejadian berulangnya keluhan yang Anda rasakan.

Namun yang kami sampaikan hanya dugaan sementara saja, untuk dapat memastikan diagnosa terkait dengan keluhan yang Anda rasakan kami sarankan Anda melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter spesialis saraf agar dapat dilakukan wawancara medis secara detail, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu dan Anda lekas pulih.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar