Sukses

Mengalami Trauma KDRT

18 Dec 2014, 14:24 WIB
Wanita, 30 tahun.

dok,saya mengalami trauma KDRT.kepala saya sering berat dan saya mudah binggung.apakah saya harus periksa ke dokter saraf atau psikiater?apakah bisa bekas benturan mempengaruhi saraf atau hanya psikis saya?terimakasih dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

KDRT adalah istilah populer tentang kekerasan fisik/psikis yang dilakukan salah satu anggota keluarga terhadap anggota keluarga lain.

Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tidak hanya menyebabkan pecahnya gendang telinga istri, bibir robek, badan memar, tetapi sekaligus mendapat kekerasan emosional (KEDRT), seperti makian, cercaan, bentakan bertubi, dan pelecehan. Itu terjadi di rumah maupun di tempat ramai, bahkan di antara teman sepergaulan yang mengakibatkan luka batin mulai dari tingkat ringan, moderat, sampai intens pada istri.

Penderita KDRT fisik biasanya lebih cepat mengundang rasa kasihan keluarga atau kerabat karena tampak jelas penderitaan fisiknya, sementara penderita KEDRT lebih terselubung. Kebanyakan orang tidak menyadari dan memahami dampaknya. Kalaupun penderita mengeluh, banyak orang tidak percaya karena umumnya orang lebih menilai kondisi perkawinan melulu dari aspek fisik-materi.

Apapun bentuknya KDRT tidak boleh hanya dibiarkan. Banyak korban yang hanya terdiam ketika mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan hidupnya, dan ini bukanlah hal yang seharusnya terjadi dalam perkawinan. Begitupun dengan Anda, segeralah mencari pertolongan baik dari keluarga, kerabat dekat, sahabat, tetangga, petugas kesehatan hingga penegak hukum. Sebaiknya Anda jangan menganggap sepele keluhan-keluhan yang Anda rasakan setelah mengalami KDRT. Periksakanlah kesehatan Anda kepada dokter terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar