Sukses

Penderita Varikokel dan Ejakulasi Dini Mungkin Mempunyai Anak?

18 Dec 2014, 16:33 WIB
Pria, 26 tahun.

Selamat sore dok,saya mau tanya apakah orang yang terdiagnosa varikokel dan menderita ED bisa mempunyai anak?trimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar) yang mempendarahi testis. Aliran darah di vena diatur dengan katup 1 arah yang mencegah aliran darah kembali. Fungsi katup yang terganggu atau penekanan dari pembuluh darah vena dapat menyebabkan pembesaran dari vena yang berujung terhadap pembentukan varikokel.

Penyebab dari varikokel ini diantaranya adalah idiopatik yang disebabkan karena fungsi katup vena yang tidak bekerja sempurna. Varikokel umumnya terjadi pada 15-20% pria dan penyebab gangguan kesuburan pada 40% pria. Penyebab lain adalah vakrikokel sekunder yang disebabkan oleh penekanan pada vena yang umumnya terjadi akibat keganasan di rongga panggul / perut. Biasanya terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

Pasien biasanya datang ke dokter dengan keluhan infertilitas (mandul). Dapat  terlihat adanya pembengkakan pada skrotum dan rasa nyeri serta rasa berat. Jika dipegang, dapat terasa seperti kita memegang kantung yang berisi banyak cacing.

Tidak semua varikokel membutuhkan operasi, yang memerlukan operasi adalah :
1. Jika varikokel tersebut dapat teraba (sudah cukup besar)
2. Jika suami dan istri terbukti ada infertilitas
3. Jika istrinya subur
4. Jika hasil tes sperma pada laki-laki membuktikan adanya gangguan

Pria dewasa yang memiliki varikokel disertai analisis semen (kualitas dan kuantitas sperma) yang abnormal dan berniat untuk memiliki anak, maka disarankan untuk melakukan terapi pada varikokelnya, yaitu operasi. Repair atau perbaikan dari varikokel telah dibukrikan berdasarkan penelitian dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma atau dalam kata lain dapat memperbaiki kesuburan.

Sedangkan ejakulasi dini adalah ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.

Untuk mengatasi ejakulasi dini pada pria maka perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebabnya.

Untuk melihat kesuburan anda dan pasangan anda dapat melakukan Tes kesuburan yang umum dilakukan oleh wanita adalah USG untuk melihat anatomi alat reproduksi, tes hormonal, dan HSG (bila perlu). Tes hormonal yang dilakukan untuk pemeriksaan kesuburan wanita umumnya adalah estradiol, LH, dan FSH. Untuk pria sebaiknya dilakukan tes analisis kualitas dan kuantitas sperma.

Demikian infromasi yang dapa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar