Sukses

Seputar Epilepsi

16 Dec 2014, 22:28 WIB
Wanita, 35 tahun.

anak saya sejak usia 6 th sdh minum obat terapi krn terkena epilepsi ringan (saat usia balita pernah kejang 2 smp 3x). Dia wkt balita sering mengeluh sakit perut dan ketika sy bw k dokter spesilis anak tdk terdeksi, nmun ketika sy bw k dokter sy dan di rekom utk eeg hsilnya mmg generalized epilepsi. Skrg usia anak sy sdh 15 th (nov besok) dan masih minum obat. Pertanyaan saya: 1. Apakah epilepsi bisa disembuhkan, hasil eeg tiap tahun blm menunjukkan perubahanq. 2. Apakah sy hrs pindah ke dokter syaraf lain utk mendapatkan second opini? 3. Apakah tdk berdampak minum obat terus menerus dlm jangka wkt panjang? 4. Tes apa yg hrs dilakukan utk mengetahui bahwa obat yg diminum anak sy tersebut tdk menimbulkan efek thdp organ tubuh lainnya. Atas jawaban dokter, sy ucapkan terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi yang Anda alami bisa jadi merupakan sebuah serangan minor.

Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG.

Terapi epilepsi sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah diagnosis epilepsi ditegakkan. Terapi pilihan untuk epilepsi adalah dengan pemberian obat antikejang. Jenis obat yang dipilih disesuaikan dengan jenis dan variasi kejangnya. Kebanyakan pasien hanya memerlukan satu jenis obat (monoterapi), meski masih terdapat beberapa yang memerlukan dua jenis obat antikonvulsan atau lebih.

Sampai saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan obat-obatan yang mencegah terjadinya epilepsi. Operasi untuk menyembuhkan operasi pun termasuk salah satu operasi yang sulit. Prosedur pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai salah satu terapi pada kasus-kasus yang tidak responsif terhadap pengobatan antikejang. Selain pembedahan, masih ada beberapa metoda lain , yaitu:

  1. Diet ketogenik (diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat). Mekanisme tidak diketahui dan terutama diterapkan pada kasus epilepsi berat.
  2. Stimulasi elektrik

Terdapat beberapa studi yang meneliti peran metoda pengobatan alternatif sebagai terapi epilepsi, seperti akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga namun tidak ada satupun diantaranya yang terbukti bermakna. Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi epilepsi yang dilakukan pertama kali adalah dengan memberikan obat antikejang. Satu-satunya terapi epilepsi tanpa obat ataupun pembedahan adalah dengan menerapkan diet ketogenik, dan terapi ini baru dipertimbangkan apabila obat-obatan tidak dapat membantu untuk mengendalikan kejang. Dan yang tidak kalah penting adalah tindakan pencegahan kejang itu sendiri. Sebaiknya pasien mulai mengenali faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya kejang sehingga pajanannya dapat diminimalisir. 

Sebagai kesimpulan, orang dengan epilepsi dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah penderita epilepsi tersebut mengikuti terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. 

Kebanyakan obat akan dihancurkan oleh hati atau dikeluarkan oleh ginjal. Jadi untuk mengetahui adanya efek obat anti hipertensi adalah dengan melakukan pemeriksaan fungsi hati dan atau pemeriksaan fungsi ginjal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar