Sukses

Anak Muntah dan Jarang BAB

27 Oct 2014, 17:22 WIB
Wanita, 31 tahun.

dok, bayi saya laki-laki, berumur 2,5 bulan bb 8 kg tinggi 65 cm. saya memberinya asi eksklusif. dalam seminggu ini dia tiap hari muntah dalam jumlah yang banyak. tapi dia tidak lesu dan nafsu makannya juga tidak berkurang. selain itu bayi saya juga jarang BAB. biasanya BAB 3-5 hari sekali. sekali BAB banyak dan agak kental. mengapa demikian dok. apakah berbahaya dan bagaimana solusinya. terima kasih

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Salam kami untuk buah hati dan keluarga Anda. Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Sebelumnya Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah anak Anda muntah atau hanya gumoh. Gumoh adalah hal yang biasa terjadi pada bayi dan ini bukanlah muntah yang sebenarnya. Hal ini tidak perlu dicemaskan jika bayi tetap tampak sehat. Pada gumoh, biasanya bayi hanya mengeluarkan/memuntahkan kembali sedikit susu yang dikonsumsinya.

Untuk itu Anda perlu membantu bayi untuk bisa bersendawa dengan benar untuk mengurangi gumoh.

Cara Menyendawakan Bayi

  1. Bayi digendong, menghadap ke belakang dengan dada bayi diletakkan pada bahu Ibu.
  2. Kepala bayi disangga/ditopang dengan tangan Ibu.
  3. Usap punggung bayi perlahan-lahan sampai bayi sendawa.

Sementara muntah adalah merupakan suatu proses yang kompleks, dimana makanan dikeluarkan secara paksa dari dalam lambung.  Muntah pada bayi yang beru lahir sering disebabkan oleh :

  • Penyakit metabolisme bawaan
  • Alergi makanan, sering akibat alergi susu sapi terutama pada bayi yang tidak dapat ASI.
  • Kelainan anatomi saluran cerna, seperti stenosis pylorus  dapat terjadi pada usia 2-8 minggu. Stenosis pylorus merupakan suatu penebalan otot yang menyempitkan mulut lambung, sehingga bisa menyebabkan bayi anda muntah kuat secara berulang.

Jika keluhan muntah menganggu proses makan anak Anda, mungkin sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis anak agar penyebab sebenarnya dari muntah anak Anda dapat diketahui dan ditatalaksana dengan tepat sebelum bayi Anda mengalami gangguan pertumbuhan lebih lanjut.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Bagaimana dengan frekuensi minum ASI anak Ibu?

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar