Sukses

Haid Maju Mundur dan Nyeri

26 Oct 2014, 16:01 WIB
Wanita, 22 tahun.

Kenapa ya saya ini jika mengalami haid tidak teratur kadang maju kadang mundur.dan disertai dengan nyeri perut pusing dan berkeringat dingin

Ibu/Saudari yang Terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah ini pertama kalinya terjadi pada Anda? Bagaimana (berapa hari) siklus menstruasi Anda? Variasi siklus menstruasi yang mundur ataupun maju dalam kisaran waktu 5-7 hari, selama dalam kisaran sklus normal (21-35 hari) masih dalam batas wajar.Banyak hal yang dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi terlambat dan tidak teratur, antara lain:

  • Stres dan depresi
  • Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
  • Gangguan hipotalamus dan hipofisis sehingga terjadi ketidak seimbangan hormon dalam tubuh
  • Gangguan indung telur
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antidepresi, kortikosteroid, kontrasepsi oral, dll
  • Penyakit kronik dan Sindrom Asherman
  • Hamil
  • dll

Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami menstruasi yang lebih jarang daripada biasanya. Penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari penyebab organik, endokrinologik (hormonal), anatomik, hingga tindakan medis tertentu. Namun seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa keluhan menstruasi tidak teratur wajar ditemukan selama 3 hingga 5 tahun sejak mendapatkan menstruasi pertama. Hal ini terjadi karena tubuh masih melakukan upaya penyesuaian terhadap kondisi hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangannya.

Namun jika Anda sampai mengalami menstruasi 1 kali selama 2 bulan di luar 3-5 tahun pertama, dan ini terus terjadi maka hal ini perlu mendapat perhatian khusus. Kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan penyebabnya agar dapat dilakukan tatalaksana secara optimal.

 

Rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer maka tidak akan ada masalah, namun apabila penyebabnya adalah dismenorea sekunder, maka ada kemungkinan faktor penyebab tersebut perlu diteliti lebih lanjut melalui pemeriksaan fisik dan penunjang yang diperlukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Bagaimana dengan nyeri haid yang Anda rasakan?

Kami sertakan juga artikel "Gimana Sih, Siklus Menstruasi yang Normal?" untuk tambahan informasi Anda.

Juga beberapa artikel berikut:

Oligomenorea: Ketika Siklus Haid Memanjang

7 Penyebab Haid Tidak Teratur

4 Faktor Penyebab Telat Haid

6 Mitos Menstruasi

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Rubrik Kesehatan Kewanitaan yang kami miliki untuk panduan informasi lengkap Anda seputar kesehatan kewanitaan.

Semoga keluhan Anda segera teratasi!

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar