Sukses

Memiliki Kista dan PCOS, Apakah Bisa Hamil?

17 Dec 2014, 17:12 WIB
Wanita, 26 tahun.

Saya memiliki kista uk.3cm, kk saya memiliki riwayat operasi kista coklat bilateral dan 2th kmudian hamil setelah operasu, sampai saat ini saya tdk mngalami perubahan jadwal menstruasi,dan tdk sakit saat mens,saya jg mengalami pcos,hormon androgen sptnya sangat brpengaruh krn saya ckup mmliki bulu di badan,tergolong apakah kista saya dok?dokter blg bs brtambah besar namun hny mmberi sya obat preda nyeri u/ mens, bisakah saya mempunyai anak scr alami?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. Namun, karena kami tidak melakukan pemeriksaan sendiri maka sangat sulit bagi kami untuk menentukan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan suatu kelainan hormonal dengan beberapa gejala khas yang ditandai oleh adanya sejumlah kista pada ovariumnya (indung telur). PCOS terjadi pada 5-10% wanita dan merupakan penyebab tersering gangguan kesuburan (infertilitas) pada wanita.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutisme), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya.

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS mempengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Apakah ada dari beberapa gejala yang kami sebutkan di atas terjadi pada diri Anda?

Mengenai kista, perlu terlebih dahulu kista apa yang terjadi pada diri Anda. Apakah Anda sudah menanyakan pada dokter Anda, kista apa yang ada miliki?

Perlu kami perjelas kista yang Anda maksudkan. Di mana letak kista yang Anda maksudkan tersebut? Karena meskipun yang paling sering ditemui pada wanita adalah kista indung telur (ovarium), namun kista dapat juga terjadi di rahim. Penanganan kista juga bergantung pada jenis kistanya.

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada kista berukuran > 6cm dan tampak membesar atau tidak mengecil (ukuran tetap) setelah 2-3 siklus menstruasi.

Berikut kami sertakan artikel " Apa itu Kista?" untuk informasi lengkap.

Kami sarankan Anda kontrol ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang pertama dan sekaligus menjelaskan pada dokter tersebut mengenai perbedaan pendapat oleh dokter kedua sehingga dokter memperoleh informasi yang lengkap dan dapat menentukan tindakan yang tepat berikutnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar