Sukses

Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini

14 Dec 2014, 21:26 WIB
Pria, 57 tahun.

Sudah 1 tahunan ini, keluhan saya, yaitu sulit ireksi dan kalau bisa ireksi dan bisa penetrasi, hanya hitungan detik sudah keluar/ejakulasi. Ejakulasipun sangat lemah dan tidak dirasakan oleh pasangan. ( maaf, seperti rembes gitu gak memancar ). Beberapa tahun sebelumnya memang ada keluhan, kalau kencing sulit ditahan dan pancaran kencingnya juga lemah dan tidak tuntas. Demikian mohon jawabannya. Terima kasih.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, izinkanlah kami menjelaskan sekilas tentang ejakulasi dini.  Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan. para ahli dari The International Society for Sexual Medicine, mengambil batasan waktu 1 menit setelah penetrasi, namun menurut ICD 10 disebut ejakulasi dini bila setelah 15 detik penetrasi terjadi ejakulasi. Pada normalnya dalam batas waktu 4- 8 menit masih dapat dianggap normal. 

Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah kelainan pembuluh darah, kelainan persarafan, obat-obatan, kelainan pada penis dan masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Untuk mengatasi ejakulasi dini pada pria maka perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebabnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

  1. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  2. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini
  3. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual?Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat?Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi?Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Sama halnya dengan ejakulasi dini, untuk mengatasi disfungsi ereksi diperlukan identifikasi penyebab terlebih dahulu karena pengobatan atau solusi disfungsi ereksi juga berbeda-beda tergantung penyebab yang mendasari. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan. Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dan lain-lain). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat).

Untuk mengetahui penyebab keluhan yang Anda alami serta untuk mendapat terapi yang optimal, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang dapat menambah informasi Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar