Sukses

Mioma Uteri

15 Dec 2014, 20:04 WIB
Wanita, 30 tahun.

Saya sudah berkeluarga selsma 3 tahun tapi Kenapa saya tidak bisa hamil . Kata dokter mio, kista. Apa ada obatnya

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai miom yang Anda maksud. Miom atau dalam dunia medis disebut dengan mioma uteri, dikenal juga dengan nama lain leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Mengenai pertanyaan Anda apa pengobatan mioma tanpa operasi, terlebih dahulu kami harus mengetahui ukuran dari mioma uteri tersebut. Pada dasarnya, tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan.

Terapi untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal., termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Terapi operasi

a.Miomektomi (operasi pengambilan mioma uteri)

  • Dipertimbangkan apabila seorang wanita masih berusia muda atau masih ingin memiliki anak lagi. Setelah miomektomi, pasien disarankan untuk menunda kehamilan selama 4-6 bulan karena rahim masih dalam keadaan rapuh setelah dioperasi. Komplikasi dari miomektomi berupa risiko perdarahan harus dipertimbangkan. Kemungkinan untuk pertumbuhan mioma lagi setelah miomektomi berkisar 20-25% pasien

b.Histerektomi

  • Pengangkatan rahim keseluruhan yang dipertimbangkan pada wanita yang sudah tidak menginginkan anak lagi, pertumbuhan mioma yang berulang setelah miomektomi, dan nyeri hebat yang tidak sembuh dengan terapi konvensional

Kami menyarankan pada penderita untuk melakukan konultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani untuk penanganan lebih lanjut pada keluhan Anda tersebut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar