Sukses

Rhinitis dan Pendengaran Berkurang

17 Dec 2014, 12:49 WIB
Pria, 23 tahun.

Saya Telah menderita Rinitis selama -+ 8thn dan sekarang tidak bisa dengar. apa masih bisa sembuh?

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terimakasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan menjelaskan tentang rhinitis alergi. Rhinitis alergi merupakan bagian dari reaksi alergi yang ditandai dengan bersin berulang, keluar ingus encer dan banyak, hidung tersumbat, mata gatal dan kadang berair memang dapat sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Namun cara yang paling tepat adalah dengan mengetahui penyebabnya, misalnya seperti dingin atau debu. Untuk mengetahui penyebab pasti yang menyebabkan reaksi alergi tersebut, Anda dapat melakukan tes uji kulit allergen penyebab. Tes tersebut dapat dilakukan di laboratorium RS tertentu yang menyediakan dan dianalisa oleh dokter spesialis penyakit dalam. Setelah mengetahui penyebab, beberapa cara yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Dengan menghindari kontak dengan allergen penyebab. Gunakan baju hangat ketika tidur, jangan menggunakan kipas angin/AC dan gunakan selimut untuk tidur.
  • Pengobatan, dengan menggunakan obat anti alergi golongan antihistamin H-1, yaitu obat yang sering dipakai sebagai lini pertama dalam pengobatan rhinitis alergi atau dengan kombinasi dekongestan oral. Obat golongan kortikosteroid dipilih jika tidak berhasil diatasi oleh obat lain.

Untuk mengetahui mengenai rhinitis alergi dengan lebih jelas, Anda dapat mengakses link berikut dengan mengklik judul: Rhinitis Alergi

Mengenai keluhan kedua Anda yaitu berkurangnya pendengaran, sejak kapan keluhan tersebut muncul? Apakah pendengaran Anda berkurang secara perlahan atau tiba-tiba? Apakah disertai gejala lain, seperti demam atau keluarnya cairan dari telinga? Di mana Anda beraktivitas sehari-hari, apakah di lokasi yang penuh dengan bising? Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu. 

Gangguan pendengaran terjadi ketika ada masalah dengan struktur telinga yang terlibat dalam proses pendengaran. Setiap kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat:

  1. Usia. Pada lansia, struktur di telinga menjadi kurang elastis. Rambut-rambut halus rusak dan kurang mampu merespon gelombang suara. Gangguan pendengaran dapat berkembang selama beberapa tahun.
  2. Suara keras. Paparan suara keras, misalnya dari alat-alat listrik, pesawat terbang, senjata api, atau dari mendengarkan musik keras pada earphone dapat merusak sel-sel rambut di koklea. Parahnya kerusakan tergantung pada tingkat kenyaringan suara dan lamanya mendengar suara tersebut.
  3. Infeksi telinga. Saat infeksi telinga terjadi, cairan menumpuk pada bagian telinga tengah. Biasanya gangguan pendengaran karena infeksi telinga, bersifat ringan dan sementara. Namun, jika infeksi telinga tidak diobati, mereka dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat dan jangka panjang.
  4. Lubang pada gendang telinga. Infeksi telinga, suara keras, trauma kepala, atau tekanan kuat di telinga saat terbang dalam pesawat atau melakukan scuba diving dapat membuat lubang di gendang telinga – membran yang memisahkan saluran telinga dan telinga bagian tengah. Ini biasanya menyebabkan kehilangan pendengaran ringan atau sedang kecuali ada beberapa masalah lain.
  5. Penyakit atau infeksi. Seperti : Campak, gondok, meningitis, dan penyakit meniere.
  6. Tumor. Tumor, baik yang jinak maupun ganas dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah. Ini termasuk neuroma akustik (schwannoma vestibular) dan meningioma. Orang yang memiliki tumor mungkin juga mengalami mati rasa atau kelemahan pada wajah dan dering di telinga.
  7. Sebuah benda asing di telinga. Ketika benda terjebak di telinga, mereka dapat memblokir pendengaran. Kotoran telinga – substansi, tebal lengket yang biasanya mencegah bakteri dan zat asing lainnya dari memasuki telinga – kadang-kadang dapat menumpuk dan mengeras di telinga, mematikan kemampuan untuk mendengar.
  8. Cacat telinga. Beberapa orang dilahirkan dengan struktur telinga yang tidak normal, yang mencegah mereka dapat mendengar dengan baik
  9. Trauma. Cedera seperti patah tulang tengkorak atau gendang telinga tertusuk dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah.
  10. Obat-obatan. Beberapa jenis obat, termasuk kelas aminoglikosida antibiotik (streptomycin, neomisin, kanamisin),  aspirin, obat kemoterapi (cisplatin, carboplatin), Vicodin (dalam jumlah besar), antibiotik makrolida (eritromisin) dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Kadang-kadang efek ini bersifat sementara dan pendengaran akan kembali setelah Anda berhenti minum obat, tetapi dalam banyak kasus gangguan pendengaran menjadi permanen.

Mengenai kondisi Anda saat ini apakah dapat sembuh atau tidak, kami tidak dapat menentukan tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan penunjang (seperti audiografi dan endoskopi telinga) bila diperlukan.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar