Sukses

Penyebab Sering Nyeri Kepala

17 Dec 2014, 12:36 WIB
Pria, 42 tahun.

Pagi Dok, Saya akhir2 ini sering sekali mengalami sakit kepala secara tiba2. Sehari bisa sampai 2-3 kali. Terkadang sampai terasa sakit sekali. Siang saat bekerja, terkadang juga menjelang tidur malam. Apakah penyakit ini ada hubungannya dengan syaraf dok? Terima kasih.

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terimakasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan :

  • Sejak kapan anda mengalami hal ini?
  • Apakah sakit kepala tersebut terasa berdenyut / ditusuk-tusuk?
  • Apakah anda melihat kilatan cahaya atau kesemutan sebelum timbul sakit kepala (aura)?
  • Apakah saat sakit kepala muncul disertai keluhan mual dan muntah?
  • Pengobatan apa sajakah yang sudah anda lakukan untuk menghilangkan sakit kepala anda?
  • Saat mengalami benturan pada kepala ketika kecil, apakah sempat mengalami penurunan kesadaran (pingsan/koma)?

Sakit kepala diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer terjadi tanpa adanya penyakit yang mendasari, sedangkan sakit kepala sekunder merupakan gejala dari kondisi medis yang lebih serius. Yang termasuk dalam sakit kepala primer adalah sakit kepala tipe tensi (tension-type headache), migrain, dan cluster.

Gambaran klinis sakit kepala tipe tensi seringkali menyerupai migrain, namun sakit kepala tipe tensi tidak disertai aura, keluhan mual hingga muntah. Sedangkan sakit kepala tipe cluster umumnya terbatas pada sekitar mata, derajat berat hingga mata merah dan hidung seperti flu.

Sakit kepala dapat diatasi dengan obat-obatan seperti ibuprofen atau asetaminofen, namun konsumsi obat penghilang rasa sakit terlalu sering justru dapat memicu timbulnya sakit kepala kronik.

Apabila keluhan nyeri kepala terus berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis saraf. Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik lengkap serta pemeriksaan penunjang (seperti CT Scan) bila diperlukan.

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi Anda :

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar