Sukses

Apakah Ini Campak?

14 Dec 2014, 17:49 WIB
Pria, 40 tahun.

Anak saya panas 3 hari, sdh diberi obat, hari ke 4 setelah ke dokter dan diberi obat muncul merah pd kulitnya seperti campak, apakah obat panas dr doktePerlu Anda r tsk tetap dilanjutkan ?

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Perlu Anda ketahui, campak mempunyai gejala pada awalnya demam tinggi, batuk, pilek, mata merah yang muncul, silau bila terkena cahaya dan seringkali diikuti diare. Setelah itu muncul bintik-bintik kemerahan yang muncul pertama kali di wajah pada daerah batas rambut dan dahi, serta belakang telinga, menyebar ke badan sampai pada kaki. Bintik-bintik merah ini terasa gatal dan bertahan selama 5-6 hari. Setelah itu, bintik-bintik merah akan berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya dan menjadi kehitaman lalu mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. Penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh sendiri.

Bagaimana dengan gejala pada anak Anda? Bercak merah pada anak tidak hanya disebabkan oleh campak. Kami menyarankan Anda untuk membawa anak Anda kembali untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui dengan pasti penyebab bercak merah tersebut.

Istirahat total disarankan untuk mempercepat penyembuhan penyakit ini. Obat-obat yang dapat diberikan adalah obat-obat simtomatik untuk meredakan gejalanya saja seperti obat penurun panas (paracetamol, ibuprofen), obat batuk pilek (OBH, efedrin, CTM). Apabila anak Anda masih demam, maka Anda dapat melanjutkan pemberian obat demam yang telah diberikan dokter sebelumnya.

Konsumsi Vitamin C juga berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan penyakit campak. Pemberian cairan yang cukup diperlukan untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Bila ada komplikasi seperti dehidrasi akibat diare berkepanjangan, anak menjadi sulit makan, kejang, demam > 40 derajat celcius, segera bawa anak tersebut ke dokter atau instalasi gawat darurat untuk penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar