Sukses

Dispepsia dan Hipoglikemi

13 Dec 2014, 14:21 WIB
Wanita, 52 tahun.

Dok saya mau tanya, kenapa saya kalau makan tidak bisa banyak, paling hanya 5 sendok makan, kalau banyak rasanya mual atau mau muntah. Kalau telat makan saya suka pusing dan keluar keringat dingin. Terimakasih sebelumnya dok..

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Mengenai keluhan pertama Anda yaitu sering merasa mual jika makan banyak, sulit bagi kami mendiagnosis keluhanan Anda tanpa melakukan pemeriksaan fisik. Apakah keluhan mual Anda disertai keluhan lain seperti nyeri ulu hati? Apakah gejala tersebut disertai dengan sensasi terbakar di dada atau perut terassa kembung? Apakah ada gangguan dalam BAB?

Mual setelah makan dapat disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan (lambung), kebiasaan makan makanan pedas, makan terlalu banyak hingga perut terasa penuh, dan lain sebagainya. 

Salah satu penyebab mual tersebut dapat diakibatkan oleh sindroma dispepsia. Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia dapat terjadi pada penyakit tukak lambung atau gastritis fungsional (maag).

Gastritis fungsional yaitu peradangan yang terjadi pada lambung akibat pengeluaran asam lambung yang berlebih. Gastritis fungsional dapat diatasi dengan jadwal makan yang teratur, mengurangi pemicu seperti stres, menghindari makanan yang merangsang asam lambung seperti makanan pedas, asam dan terlalu berbumbu, kopi serta mengonsumsi obat maag bila terjadi kekambuhan akut. Berbeda lagi dengan tukak lambung. Pada tukak lambung terdapat perlukaan di daerah dinding lambung, paling banyak disebabkan oleh bakteri H. pylori. 

Varian lain dari maag yang bisa menyebabkan mual setelah makan adalah Penyakit Refluks Gastroesofageal yang terjadi akibat naiknya cairan lambung ke kerongkongan. Hal ini disebabkan klep antara lambung dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi stres atau cemas dapat menyebabkan kenaikan produksi asam lambung dimana hal ini tentu saja dapat menambah keluhan dari maag atau GERD yang dirasa.

Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar /panas di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut.  Nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, dan banyak lainnya. Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi,alkohol,rokok dll. 

Bila benar Anda terkena maag maka selain pengobatan oleh dokter maka Anda juga harus melakukan perubahan pola hidup. Untuk mengatasi maag yang Anda dapat lakukan adalah: 

  1. Hindari makanan pedas, terlalu asam dan yang mengandung gas (kol, sawi, minuman bersoda)
  2. Hindari dahulu konsumsi kopi atau teh. 
  3. Makan sedikit-sedikit namun sering (porsi kecil dan sering) bisa hingga 5x dalam sehari 
  4. Jangan terlambat makan 
  5. Usahakan dalam diet makanan yang sehat, banyak sayur dan buah, serta karbohidrat, lemak yang sehat (hindari makanan siap saji dan daging olahan seperti sosis, chicken nugget, hot dog) 
  6. Coba hindari stres, coba alihkan ke kegiatan lain bila stres memang sangat menggangu. 

Namun jika perubahan pola hidup tidak membantu, dapat diberikan obat-obatan seperti proton pump inhibitor (omeprazole, pantoprazol) atau antasida. Pemakaian obat ini tentunya hanya dapat diberikan oleh dokter. 

Mengenai keluhan kedua Anda yaitu sering merasa pusing dan keringat dingin jika terlambat makan. Kami menduga penyebab nyeri kepala Anda adalah kondisi hipoglikemi. Hipoglikemi adalah suatu kondisi di mana otak dalam keadaan kekurangan asupan glukosa. Glukosa ini didapatkan dari karbohidrat dalam asupan makanan Anda. Maka, kami menyarankan Anda untuk makan secara teratur dengan gizi seimbang. 

Apabila gejala tersebut semakin memberat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kami menyarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui diagnosis dan penanganan dari keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar