Sukses

Solusi Nafsu Makan Anak Berkurang

15 Dec 2014, 17:59 WIB
Wanita, 26 tahun.

Mau tanya dok,saya ibu muda dg 1 ank.saat ini ank saya difase mulai b'jln,,,tp akhr2 ni nafsu mkn b'krng.gmna y dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada dasarnya, anak-anak dalam usia pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan kalori yang mencukupi. Kebutuhan akan sayur dan buah juga penting untuk asupan vitamin dan mineral. Hingga usia 10 tahun, anak-anak membutuhkan 100 kalori setiap kilogram berat badannya. Bila anak Anda cukup aktif (sering berlari-lari, bermain) maka membutuhkan tambahan sekitar 400 kalori lagi. 

Beberapa penyebab yang menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

  • Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Contohnya permen, minuman ringan, coklat, chiki, dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
  • Minum susu terlalu banyak. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
  • Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Variasikan menu makanan dengan baik.
  • Anak sedang dalam fase 'negativistik'. Bina komunikasi yang baik dengan anak. Bersabarlah menghadapi anak.
  • Anak sedang sakit / sedih. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih.

Apa kira-kira penyebab sulit makan pada anak Anda?

Cobalah tips-tips di bawah ini untuk menghindari “perang” di waktu makan si kecil.

  1. Hargai nafsu makan anak Anda.
    Bila anak tidak lapar, jangan paksa ia makan. Selain itu, jangan paksa anak untuk memakan makanan tertentu atau menghabiskan makanannya. Hal ini justru dapat memperkuat “perlawanan” anak terhadap makanan. Ia juga dapat mengasosiasikan waktu makan dengan rasa cemas dan frustasi. Sajikan makanan dalam porsi kecil dan berikan kesempatan baginya untuk meminta tambah.
     
  2. Jangan keluar dari rutinitas.
    Sajikan makanan dan cemilan pada waktu yang kira-kira sama setiap harinya. Berikan jus buah atau susu bersama dengan makanan dan tawarkan air putih di antara waktu makan dan cemilan.
     
  3. Bersabarlah dengan makanan baru.
    Anda mungkin memerlukan pajanan terhadap makanan baru berulang kali sebelum akhirnya mau memakannya. Bicarakan mengenai warna, bentuk, aroma, dan tekstur makanan. Sajikan makanan baru dengan makanan favorit anak.
     
  4. Jadikan makan kegiatan yang menyenangkan.
    Potong-potong makanan ke dalam berbagai bentuk yang menarik. Sajikan makanan dengan berbagai macam warna.
     
  5. Libatkan anak Anda.
    Di toko atau pasar, minta anak untuk membantu Anda memilih buah, sayuraan, dan makanan sehat lain. Jangan beli apa pun yang Anda tidak inginkan untuk dimakan anak Anda. Di rumah, ajak anak untuk mencuci sayuran atau menyiapkan meja makan.
     
  6. Beri contoh yang baik.
    Jika Anda makan berbagai makanan sehat, anak Anda akan mengikutinya.
     
  7. Berusaha kreatif.
    Tambahkan brokoli atau paprika ke dalam saus spaghetti, hias sereal dengan potongan buah, dll.
     
  8. Kurangi distraksi.
    Matikan televisi dan peralatan elektronik lain pada jam makan. Hal ini akan membantu anak Anda fokus dalam kegiatan makannya. Iklan televisi juga dapat menggoda anak Anda untuk memakan makanan yang manis.
     
  9. Jangan tawarkan makanan pencuci mulut sebagai “hadiah”.
    Berikan makanan pencuci mulut yang manis 1 – 2 kali saja dalam seminggu atau ganti dengan buah dan yogurt.
     
  10. Jangan siapkan makanan alternatif.
    Walau  anak tidak mau makan, ajak anak untuk tetap duduk di tempat makannya selama jam makan. Terus sajikan makanan sehat sampai anak terbiasa dengannya.

 

Sebagai tambahan, catatlah jenis dan banyaknya makanan yang dimakan selama 3 hari terakhir oleh buah hati Anda. Bila Anda khawatir, Anda dapat membawa catatan tersebut dan mendiskusikannya dengan dokter anak Anda. Ingatlah bahwa kebiasaan makanan tidak dapat diubah dalam waktu satu malam, namun langkah-langkah kecil yang Anda lakukan sekarang dapat membantu membentuk kebiasaan makan sehat pada anak.

Kami sertakan artikel:

Untuk panduan informasi lengkap Anda mengenai tumbuh kembang anak, Anda dapat mengunjungi Rubrik Tumbuh Kembang yang kami miliki.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar