Sukses

Akibat Konsumsi suplemen Protein dosis Tinggi

16 Dec 2014, 15:01 WIB
Pria, 20 tahun.

Permisi dok, dalam dunia fitness, pastinya tidak terlepas dengan yang namanya suplemen yang mengandung protein tinggi, apakah benar adanya jika seseorang mengonsumsi protein / asam amino yang berlebihan akan berdampak jelek pada kesehatan ginjal orang tersebut ? Solusi untuk mengurangi dampak tsb gimana ya dok ?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Pada prinsipnya Protein memang diperlukan oleh tubuh sebagai pembentuk sel-sel tubuh. Isi suplemen yang ingin Anda konsumsi memang sebagian besar berisi zat yang berfungsi untuk membentuk massa otot Anda. Namun, kami menganjurkan agar Anda tidak sembarangan meminum, minum melebihi dosis atau mengonsumsi suplemen tanpa adanya anjuran atau instruksi dokter terlebih lagi jika produk tersebut tidak diakui secara medis sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Akan lebih baik jika Anda mengkonsumsi protein alami yang berasal dari makanan dan dijaga dengan tetap berolahraga.

Selain itu, ketika konsumsi protein dosis tinggi, maka ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan protein tersebut. Hal ini lah yang akhirnya dikaitkan antara konsumsi suplemen fitness dengan gagal ginjal.

Resep olahraga yang dapat kami berikan saat ini untuk membangun massa otot Anda adalah sebagai berikut:

  • Latihan aerobik atau cardio berupa lari atau jogging 30 menit selama 3 kali seminggu.
  • Latihan beban dengan dumbell atau barbel untuk otot bagian atas dan bagian bawah tubuh sebanyak 3 set, masing-masing set berisi 8 repetisi, dilakukan 2 kali seminggu.
  • Latihan push up, sit up dan back up sebanyak yang Anda mampu, dapat dilakukan setiap hari.

Selain olahraga teratur, makanlah nutrisi yang seimbang dan sesuai kebutuhan Anda. Makan teratur 3 kali sehari, dan camilan sehat 1-2 kali sehari. Asupan makanan harus mengandung karbohidrat, protein dan serat. Hindari makanan berlemak.

Untuk itu kami menganjurkan Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis gizi untuk informasi lebih lanjut.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar