Sukses

Kelelahan Mempengaruhi Belum Hamil?

11 Dec 2014, 09:24 WIB
Wanita, 25 tahun.

Hai Dok... Saya sudah 6 bulan menikah, tapi belum dikaruniai anak. Apa ada pengaruh bila jarak kerja jauh dari tempat tinggal? atau karena capek mempengaruhi lamanya mendapatkan momongan. waktu hubungan intim ada rasa sakit, apakah kurang pelumas ya? Dan apa ada pengaruh apabila setelah melakukan hubungan intim seperti ada keluar cairan sperma dari vagina? Mohon jawabannya, dan solusi agar cepat hamil

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Banyak penelitian dilakukan untuk melihat efek stress sebagai penyebab infertilitas. Beberapa penelitian tersebut menunjukkan fakta bahwa stress dapat menyebabkan peningkatan hormon stress (glukokortikoid), seperti kortisol. Hormon kortisol dapat menghambat tubuh untuk memproduksi hormon seks, seperti gonadotropin releasing hormon (GnRH) yang berujung kepada berkurangnya jumlah sperma, terlambatnya ovulasi (matang dan keluarnya sel telur) atau tidak ovulasi sama sekali, dan berkurangnya gairah seksual

Penelitian yang terbaru yang diterbitkan oleh jurnal  Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) , Juni 2009, mengemukakan bahwa stress selain menurunkan kadar GNRH, stress dapart meningkatkan kadar hormon yang dinamakan gonadotropin-inhibitory hormone (GnIH) yang bekerja untuk menghambat GnRH.

Jadi secara tidak langsung jarak antara tempat kerja yang jauh dan rumah tidak terlalu menjadi masalah, hanya saja kelelahan yang Anda rasakan dapat memicu stress dan stress dapat menyebabkan infertilitas dengan bekerja sinergis melalui penghambatan hormon GnRH atau hormon seks. 

Saat ini Anda baru menikah selama 6 bulan. Infertilitas primer adalah kondisi belum terjadinya kehamilan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2 - 3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.

Proses kehamilan terjadi jika Ovum (sel telur) dibuahi oleh sel sperma. Saat kesuburan seseorang dapat diprediksi yakni 12 -16 hari pasca hari pertama haid. Jika seseorang memiliki siklus menstruasi yang teratur, maka lebih mudah dalam memprediksi masa subur. Ketidak teraturan siklus menstruasi bukan berarti kesuburanya ikut terganggu. 

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Yang kami sarankan agar Anda dapat segera hamil adalah beberapa point di bawah ini :

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Adapun bahan makan sumber asam folat adalah sayur-sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dsb.

  • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

  • Beristirahat teratur, baik suami maupun istri, hindari kelelahan dan stress

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering

  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang

  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut

  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim

  • infeksi pada vagina

  • luka pada vagina

  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri

  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Pada kasus anda, mungkin saat anda pertama kali melakukan hubungan seksual, suami kurang melakukan 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina anda kurang. Hal ini menyebabkan penetrasi penis terasa sangat sakit. 

Sperma yang keluar setelah berhubungan intim adalah normal untuk diketahui. Hal tersebut tidak mempengaruhi kesuburan dan pembuahan karena jumlah sperma yang ada dapat tetap masuk ke dalam tuba fallopi dan melekat pada telur dalam kurun waktu 72 jam setelah hubungan intim dilakukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar