Sukses

Mual Menetap Setelah Diare Teratasi

11 Dec 2014, 11:12 WIB
Pria, 23 tahun.

Dear KlikDokter.com... Terima kasih sudah menyediakan service ini. Semoga saya dan masyarakat terbantu dengan adanya KlikDokter.com sehingga bisa menuju Indonesia sehat... Pada malam senin saya makan pecel dok, kemudian besoknya saya mengalami diare. Dan sudah diobati oleh salah satu RSI. Dan alhamdulillah diarenya sudah hilang dok. Namun, sampai saat ini kenapa saya masih belum bisa makan normal sepertinya biasanya alias bawaannya mau muntah kalau makan selain bubur, dok? Mohon percerehannya dok :D

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami berterima kasih atas apresiasi Anda terhadap klikdokter. Mengenai pertanyaan Anda, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai diare. Diare sendiri adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam.Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) dan persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan).

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mengakibatkan diare atau muntaber :

  1. Faktor lingkungan yang kurang bersih.
  2. Faktor penyediaan air bersih yang belum memadai.
  3. Infeksi yang disebabkan virus, bakteri, atau parasit lainnya.
  4. Korban keracunan bahan makanan atau alergi terhadap zat dalam makanan.

Salah satu penyebab  diare adalah adanya kontaminasi makanan atau minuman oleh mikroorganisme patogen tertentu. Ada beberapa mikroorganisme patogen yang biasa menyebabkan kasus diare atau muntaber. Diantaranya :

  • Vibrio cholerae, bakteri berbentuk batang bengkok yang dapat bergerak dan tidak membentuk spora. Bakteri ini penyebab angka kematian tertinggi. Diare yang disertai muntah dan kejang perut, dapat datang secara tiba-tiba (nausea). Penularannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri yang terdapat dalam muntahan maupun feses penderita.
  • Shigella sp. penyebab utama disentri basiler, yakni suatu penyakit dengan gejala disentri yaitu nyeri perut hebat, berak yang sering, dan sakit dengan volume tinja sedikit disertai lendir dan darah.
  • Escherichia coli, bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, fakultatif anaerob, dan tak mampu membentuk spora. Seperti kita ketahui bakteri E. coli merupakan organisme yang normal terdapat dalam usus manusia sehingga keberadaannya bukan merupakan masalah. Namun, beberapa strain tertentu dari bakteri ini dapat menimbulkan penyakit seperti diare atau muntaber.
  • Amuba. Beberapa dari jenis organisme bersel satu ini kemungkinan dapat berperan dalam terjadinya wabah diare atau bahkan muntaber. Manusia dapat terinfeksi karena memakan kista yang terdapat dari makanan atau minuman. Kista bahkan dapat terbawa oleh lalat maupun kecoa dan mengontaminasi makanan maupun minuman. Gejala klasik yang terjadi adalah sering buang air besar, tinja sedikit yang dengan darah dan lendir dan disertai demam dan sakit perut. Dalam keadaan akut bisa disertai sakit kepala, nausea, kram perut, dan kadang muntah.
  • Virus, mikroorganisme penyebab infeksi terkecil ini, di antaranya dapat menyerang saluran pencernaan, terutama bayi. Gejala khas yang dapat ditemukan adalah diare, demam, nyeri perut, muntah-muntah sehingga terjadi dehidrasi. Pada bayi dan anak-anak kekurangan cairan dan elektrolit dapat mematikan apabila tidak ditangani secepat mungkin.
  • Keracunan, baik oleh bakteri maupun bahan kimia dari makanan yang kita konsumsi. Pada awal gejala bakteri ini menyebabkan gangguan pencernaan akut, mual muntah, diare, demam, pusing dan mulut terasa kering. Gejala akan berlanjut berupa kabur penglihatan dan kelumpuhan otot.

Pada kasus Anda di mana masih terasa mual jika makan selain bubur, kami menduga masih ada infeksi dalam tubuh Anda sehingga masih ada gejala gangguan pencernaan. Apabila saat ini obat yang telah diberikan dokter telah habis namun gejala belum membaik, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi kembali dengan dokter tersebut untuk menangani keluhan Anda sesuai dengan penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar