Sukses

Penyebab dan Penanganan Penyakit Gondok

01 Dec 2014, 10:54 WIB
Pria, 26 tahun.

Aslmk... dok saya skrg terindikasi pnyakit gondok bracun atw struma... Yg ingin saya tanyakan yaitu: Apa pnyebab pnyakit itu dok..? Apa mkanan atw aktifitas yg hrus saya hindari..? Bisakah pnyakit itu bisa mnular..? Adakah cara pngobatan alami dok.? Terimakasih atas jwabannya dok... waslm

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kelenjar tiroid (kelenjar gondok) merupakan kelenjar kecil berdiameter sekitar 5 cm, terletak di leher, tepat dibawah jakun. Kedua bagian tiroid dihubungkan oleh ismus sehingga bentuknya menyerupai huruf H atau dasi kupu-kupu. Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak teraba, namun terkadang dapat membesar (bukan kanker) yang biasa disebut penyakit gondok/gondokan. Meski umumnya tidak nyeri, pembesaran kelenjar gondok dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan.

Terapi penyakit gondok bergantung pada ukuran, gejala, dan penyebab yang mendasari.  Penyakit gondok umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan (seperti apabila pembesaran terjadi akibat kelebihan produksi hormon tiroid; atau levotiroksin apabila pembesaran terjadi akibat kekurangan hormon tiroid; dsb). Pilihan lainnya adalah pemberian yodium radioaktif yang dapat menghancurkan kelenjar tiroid. Bagaimanapun, setiap pengobatan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pemberian propiltiourasil atau metimazol dapat menyebabkan  reaksi alergi (ruam kulit), mual, hilang rasa dan penekanan sumsum tulang sehingga mengganggu produksi sel darah merah dan sel darah putih, membuat penderita sangat peka terhadap infeksi.

Sedangkan pemakaian yodium radioaktif pada akhirnya dapat menyebakan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiorid). Sekitar 25% penderita mengalami hipotiroidisme dalam waktu 1 tahun setelah pemberian yodium radioaktif, dan yodium radioaktif tidak diberikan kepada wanita hamil karena dapat melewati sawar plasenta, merusak kelenjar tiroid janin.

Terapi pembedahan baru dipertimbangkan pada beberapa keadaan:

  1. Usia muda dengan ukuran kelenjar tiroid sangat besar
  2. Wanita hamil yang membutuhkan obat antitiroid dalam dosis besar
  3. Penderita alergi atau mengalami efek samping obat antitiroid
  4. Adenoma toksik atau struma multinodular toksik
  5. Pada penyakit graves yang berhubungan dengan satu atau lebih benjolan

Kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon tiroid diangkat. Pasien dapat mengalami hipotiroidisme setelah menjalani pembedahan sehingga memerlukan terapi sulih hormon sepanjang hidupnya. Komplikasi lain dari pembedahan adalah kelumpuhan pita suara dan kerusakan kelenjar paratiroid (kelenjar kecil di belakang kelenjar tiroid yang mengendalikan kadar kalsium dalam darah).

Kami tidak bermaksud untuk menakuti Anda. Semua yang kami utarakan di sini tidak lain hanya untuk menginformasikan Anda bahwa ada risiko dari setiap tindakan yang dipilih. Sebagai permulaan Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam khususnya divisi metabolik, endokrinologi, dan diabetes untuk mendapat tatalaksana yang lebih optimal. Dokter akan menyarankan anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan sebelum meresepkan obat. Apabila kelenjar tiroid tidak mengecil setelah terapi obat secara adekuat, dapat dipertimbangkan terapi dengan yodium radioaktif atau pembedahan.

Berikut kami lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar