Sukses

Wasir dan Susah BAB

31 Oct 2014, 13:58 WIB
Pria, 44 tahun.

Susah buang air besar dan ambaein

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Sulit buang air besar atau konstipasi adalah kesulitan buang air besar dengan frekuensi kurang dari 3 kali seminggu dan mengeluarkan kotoran yang keras, bergumpal, dan berbentuk kecil-kecil terpisah seperti kacang.
 
Salah satu penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan cairan per hari yang tinggi dapat mencegah terjadinya konstipasi. Selain asupan cairan yang tinggi, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya konstipasi:
 
  1. Asupan cairan yang tinggi. Rata-rata dibutuhkan sekitar 8 gelas air putih per hari, namun sebenarnya kebutuhan cairan seseorang sangat tergantung pada jenis kelamin, usia, aktivitas dan kondisi kesehatan. Semakin tinggi aktivitas maka semakin banyak cairan yang diperlukan. Pria dan Ibu hamil dan menyusui membutuhkan kebutuhan cairan yang lebih.
  2. Hindari minuman yang mengandung kafein karena dapat memperparah konstipasi.
  3. Perbanyak konsumsi makanan dengan serat tinggi seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum-ganduman.
  4. Hindari makanan-makanan yang dapat memperparah konstipasi, yaitu makanan rendah serat seperti keju, es krim, dan junk food (makanan siap saji).
  5. Berolahraga teratur, misal berjalan kaki, berenang, bersepeda. Olah raga yang teratur  sebanyak 150 menit seminggu dapat meningkatkan aktivitas saluran cerna.
  6. Jangan pernah menunda bila rangsangan untuk buang air besar datang. Menunda buang air besar akan menyebabkan kotoran menjadi lebih keras karena lebih banyak cairan yang terserap selama kotoran berada dalam usus besar.
  7. Berhati-hati dalam menggunakan obat pencahar, suplemen serat atau pelunak kotoran. Penggunaannya harus dalam pengawasan dokter karena dapat menyebabkan efek samping yang kurang menyenangkan seperti ketergantungan obat pada saluran cerna dan malah dapat memperparah konstipasi.
 
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](JF)

Hemorrhoid (wasir/ambeien) merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah di daerah rektum atau anus. Hemorrhoid dibagi menjadi hemorrhoid eksterna dan interna. Untuk informasi lengkap kami sertakan artikel yang dapat Anda akses yang berjudul:

Wasir (Hemorrhoid)

Hemorrhoid interna dapat dikelompokkan menjadi :

  • Grade I       : wasir tidak keluar dari rektum
  • Grade II     : wasir prolaps (keluar dari rektum) pada saat mengedan, namun dapat masuk kembali secara spontan
  • Grade III    : wasir prolaps saat mengedan, namun tidak dapat masuk kembali secara spontan, harus secara manual (didorong kembali dengan tangan)
  • Grade IV   : wasir mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali

Penanganan wasir ditentukan berdasarkan tahapan atau kondisi wasir yang Anda alami saat ini.

Kami sarankan Anda menemui dokter atau puskesmas di daerah Anda sehingga dapat dilakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan kondisi wasir Anda dan diberikan terapi yang sesuai.

Penanganan yang tidak kalah penting adalah dengan pencegahan, perubahan gaya hidup dan jika tidak sembuh-sembuh dapat dilakukan operasi.

Kami juga sertakan artikel berjudul: Tujuh Cara Sehat Cegah Wasir.

Agar BAB rutin dan tidak keras maka anda dapat mencoba beberapa langkah berikut :

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya  jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja.
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (MP)

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar