Sukses

Benjolan di Dubur

29 Oct 2014, 13:23 WIB
Pria, 44 tahun.

Saya punya keluhan pada dubur saya, ada semacam benjolan yg kadang-kadang muncul, tapi menurut saya bukan ambien, kadang2 meradang kalao saya kebayakan duduk, sementara saya belum pernah periksa ke dokter, saya hanya ingin berobat sendiri dengan obat yang pas, kira2 obat apa yg pas, makasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu dipastikan terlebih dahulu benjolan yang dimaksud. Pemeriksaan secara kasat mata penting dan diperlukan untuk memastikan diagnosis. 

Benjolan yang keluar dari dubur/anus biasanya adalah wasir. Wasir/ambeien/hemorrhoid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus.  Tipe dan derajat hemorrhoid bervariasi; mulai dari yang dapat terlihat tepat pada muara rektum / dubur / anus, hingga hemorrhoid yang hanya keluar saat mengejan dan kemudian dapat masuk spontan atau perlu pendorongan dengan tangan, hingga yang tidak dapat dimasukkan kembali. Apakah ada keluhan perdarahan? Perdarahan menetes pada hemorrhoid biasanya tidak nyeri dan disebabkan karena iritasi. Perdarahan ini harus ditangani agar tidak jatuh pada keadaan yang lebih berbahaya. Bagaimana dengan Anda? 

Beberapa pencegahan hemorrhoid yang dapat Anda lakukan:

  • Minum banyak air, makan makanan yang mengandung banyak serat (buah, sayuran, sereal, suplemen serat, dll) sekitar 20-25 gram sehari
  • Olahraga
  • Mengurangi mengedan
  • Menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar)
  • Membatasi mengedan sewaktu buang air besar.
  • Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada.

?Sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter umum/dokter spesialis bedah agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung untuk dapat memastikan benjolan yang dimaksud. Sehingga diagnosis dapat ditegakkan dan dapat direncanakan penanganan selanjutnya. Pemberian terapi obat tidak dapat hanya berdasarkan cerita saja, namun harus berdasarkan juga data pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). 

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar