Sukses

Tidak Haid Karena Menyusui?

25 Oct 2014, 14:03 WIB
Wanita, 25 tahun.

dok saya mau tanya..kenapa setelah saya melahirkan dg jalan cesar sampai saat ini mens saya tidak datang lagi..umur anak saya sudah 15 bulan..dan saya selalu memeberikan asi kepada anak saya, dan setelah saya melahirkan saya langsung memakai KB spiral..apakah ini disebabkan oleh pemakaian kb atau pemberian asi kepada anak...trimakasi sebelumnya dok

Ibu yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Jika Anda memberikan ASI eksklusif kepada anak Anda selama 6 bulan pertama setelah melahirkan, maka Anda tidak akan mengalami menstruasi. Isapan bayi pada payudara ibu saat minum ASI akan menekan hormon-hormon reproduksi lain yang diperlukan untuk terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) dan untuk terjadinya menstruasi. Karena itu, selama ibu memberikan ASI eksklusif, secara otomatis ibu tersebut juga telah menggunakan suatu metode kontrasepsi yang dikenal sebagai metode amenore laktasi (MAL), sehingga dirinya tidak akan hamil lagi selama memberikan ASI eksklusif dan tidak mengalami haid.

 

Seiring dengan bertambahnya usia anak, ibu akan mulai memberikan makanan tambahan lain sebagai pendamping ASI. Pemberian makanan lain itu akan mengurangi frekuensi isapan bayi pada payudara ibu, sehingga secara perlahan kesuburan ibu akan kembali, dan ibu akan mendapat haid kembali dan memiliki peluang untuk hamil kembali. Jika ibu ingin menunda kehamilan, maka sebaiknya  ibu mulai mempertimbangkan untuk segera menggunakan kontrasepsi, tanpa perlu menunggu  haid pertama.

 

Untuk Ibu menyusui,  memang dianjurkan untuk menggunakan KB yang hanya berisi progesteron saja. Untuk itu ada beberapa pilihan jenis KB untuk Ibu menyusui, yaitu: KB suntik, implan, mini pil atau AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Untuk pemilihannya, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang memberikan pil KB agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan, keuntungan, kerugian dan pertimbangan-pertimbangan dari Ibu/Saudari sendiri.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar