Sukses

Berbagai Keluhan

27 Oct 2014, 14:57 WIB
Wanita, 25 tahun.

selamat malam dok, saya punya 3 pertanyaan; 1. saya kan memiliki kulit kentang, tiap gatal digaruk lalu luka dan memnimbulkan bekas hitam yg sangat sulit sekali hilang, bisa tahunan gag hilang2, apa sollusinya dok supaya bekas hitamnya bisa hilang? 2. saya punya jerawat kecil2 tapi banyak, dulu sbelum punya anak wajah saya halus2 sja, tapi sampai anak saya umur 4bulan tetap saja masih jerawatan.. tapi dulu sebellum hamil sya pernah memakai cream ESTHER, pakah itu pengaruh dari cream itu atau apa dok/ dan apa solusi cream yg paling bagus u/ menghilangkan jerawat sekaligus mencerahkan/ 3. saya memiliki problem di daerah kewanitaan, yaitu setelah berhubungan intim kemaluan suami saya penuh dengan gumpalan2 putih sperti keputihan tapi agag padat dan berbentuk gumpalan kecil2 yg berasal dari dalam saluran vagina saya. tapi gumpalan itu tidak pernah keluar dan menempel dicelana saya, tapi kelamin sya pernah ada seperti keputiham tapi mengerak dan susah dibersihkan, kira2 itu apa ya dok? dan apa ada obatnya? karna gara2 itu hubungan intim kami jadi kurang nikmat karna terasa becek didalam.. terimakasih sarannya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan menjelaskan satu persatu masalah Anda:

1. Daerah berwarna kehitaman di dalam dunia kedokteran juga disebut dengan hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi ini dapat dicetuskan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurang terjaga kebersihan, atau seringnya terjadi gesekan antar kulit. Dan juga dapat disebabkan pada bekas luka/peradangan yang sering disebut dengan hiperpigmentasi paska inflamasi.

Sedangkan untuk penanganan medis, terdapat beberapa pilihan. Dasar penanganan bekas luka yang menghitam biasanya menggunakan krim, pengelupasan kulit/chemical peeling ataupun laser. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka. 

Penanganan bekas luka yang menghitam ini memang sangat bergantung pada ukuran dari hiperpigmentasi dan sudah berapa lama terjadi.

2. Saat ini tidak ada cream yang dapat menghilangkan jerawat sekaligus mencerahkan. 

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk wajah berjerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

 

3. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal / fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. 

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Namun untuk kepastian bahwa keputihan yang Anda alami bukan sebuah kondisi patologis, sebaiknya Anda konsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar