Sukses

Bayi Kembung dan BAB Cair

22 Oct 2014, 16:48 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok, bayi saya berusia 21 minggu. Sudah 7hari bayi saya kembung perutnya dan ketika kentut disertai berak tetapi beraknya cuma sedikit dan hal itu terjadi sering sampai hampir 15-20 kali dalam sehari. Sekarang ditambah sedang sakit batuk dan pilek. Gimana dok apakah itu wajar atau tidak?

 

Terima kasih telah menggunakan layanan klikdokter.

Apakah ada gejala lain seperti demam, diare, tidak buang air besar, menangis terus? 

Jika tidak ada gejala di atas maka Anda tidak perlu khawatir masalah kembung. Kembung bisa disebabkan oleh karena cara menyusui yang kurang benar.  Pastikan cara menyusui Anda benar sehingga bayi tidak kembung. Berikut terdapat artikel mengenai Cara Menyusui Yang Benar dan Cara Menyusui Bayi Yang Benar Bagian II yang dapat Anda baca.

Selama enam bulan pertama, makanan bayi cukup berasal dari air ASI ibu saja, namanya adalah ASI eksklusif. Ada beberapa keuntungan dengan memberikan ASI eksklusif. Pertama ASI adakah makanan terbaik bagi anak yang menyusui, dan tidak dapat digantikan oleh susu formula manapun. Selain kandungan ASI yang sangat baik, ada keuntungan lain dari pemberian ASI ekslusif, yaitu kontrasepsi alami.

Selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel berarti kondisi bayi Ibu masih bisa dibilang baik. Perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi adalah wajar sebenarnya, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Pertama izinkan kami menjelaskan tentang diare terlebih dahulu. Diare merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan frekuensi BAB yaitu lebih dari 3x dengan perubahan konsistensi BAB menjadi cair. Diare pun dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). 

Apakah hingga sekarang masih diare? Diare pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal seperti intoleransi laktosa, alergi susu, ataupun infeksi (paling sering disebabkan oleh infeksi virus). Apakah anak Anda masih aktif? Bagaimana dengan buang air kecilnya? Kami sarankan agar Anda melakukan pemeriksaan ke dokter specialis Anak, agar dapat dilakukan pemeriksaan tubuh dan didapatkan diagnosa gangguan pada anak Anda.

Berikut kami lampirkan artikel sebagai tambahan informasi:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar