Sukses

Perbedaan Sindrom Nefrotik dan GNA
03 Dec 2014, 11:42 WIB
Wanita, 19 tahun.

dok saya mau tanya apa beda sindrom nefrotik sama GNA , bagaimana patofisiologinya dan penanganan dietnya apa sama? mohon penjelasan rincinya terimakasih ..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sindroma Nefrotik merupakan suatu kelainan ginjal yang ditandai dengan gejala : 

  • Proteinuria : Adanya protein di dalam urin 
  • Hipoalbuminemia : Kadar Albumin yang rendah 
  • Edema : Pembengkakan pada tubuh (Pembengkakan seluruh tubuh)

Gejala tambahan berupa : 

  • Hiperlipidemia : Kadar lemak dalam tubuh yang meningkat 
  • Thrombphilia : Gangguan pembekuan darah
  • Lipiduria : Ditemukannya lemak dalam urin 

Penyebabnya adalah kerusakan pada saluran filtrasi ginjal akibat adanya peradangan atau pembentukan jaringan hyalin. Sindrom ini memiliki beberapa klasifikasi yang dapat dilihat dengan pemeriksaan histologi (melihat sel dengan mikroskop). Pemeriksaan yang dilakukan dapat dilihat dengan pemeriksaan urin, pemeriksaan darah, hingga biospsi ginjal. 

Terapi yang dilakukan bisa dengan terapi simptomatis (misalnya menghilangkan gejala bengkak) ataupun terapi untuk kerusakan ginjal. Pada beberapa kasus terutama untuk anak-anak bila dilakukan terapi dengan cepat maka dapat terjadi perbaikan dalam penyakit ini. 

 

Sedangkan Glomerulonefritis akut (GNA) adalah suatu reaksi imunologi pada ginjal terhadap infeksi bakteri atau virus tertentu. Kuman yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah bakteri streptococcus beta-hemolyticus golongan A.

Gejala GNA mencakup:

  • urin berwarna gelap kecoklatan, yang menandakan hematuria
  • urin berbusa (karena kelebihan protein, proteinuria)
  • edema, mulai dari edema mata, wajah, kaki atau perut sampai anasarka.
  • sekitar 60-70% GNA disertai dengan hipertensi.

Peradangan ginjal mempengaruhi fungsi glomerulus, bagian ginjal yang menyaring darah untuk membuat urin dan menghilangkan limbah. Akibatnya, darah dan protein muncul dalam urin, dan kelebihan cairan menumpuk di dalam tubuh.

 

Untuk penanganan diet pada penderita gangguan ginjal ditujukan untuk membatasi beberapa jenis mineral dan sumber makanan, serta cairan untuk mengurangi kerja ginjal. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikurangi adalah :

  • Sodium (garam). Makanan yang mengandung sodium banyak terdapat di dalam makanan olahan seperti sosis, makanan kalengan, keju, kecap asin, dan sebagainya.
  • Protein. Anda akan perlu mengurangi diet protein sehari-hari. Mengurangi asupan protein dapat menurunkan sisa metabolisme yang membebani ginjal dan membantu ginjal bekerja lebih baik. Makanan yang tinggi kadar protein adalah daging, ayam, ikan, telur, dan produk susu
  • Fosfor. Fosfor dalam jumlah berlebih tidak akan dapat dikeluarkan dari dalam tubuh karena ginjal yang sudah rusak. Terlalu banyak fosfor di dalam tubuh akan menyebabkan kalsium menurun dari tulang. Makanan yang memiliki kandungan fosfor tinggi adalah kacang-kacangan, kola, dan minuman beralkohol
  • Potasium. Makanan dengan kadar potasium tinggi adalah pisang, buah-buahan lainnya, dan sayuran

Untuk pengaturan diet gagal ginjal, kami sarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter spesialis gizi agar diberikan pengaturan nutrisi yang sesuai dengan kondisi masing-masing tiap individu.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar