Sukses

Sariawan dan Masalah Haid

03 Dec 2014, 15:37 WIB
Pria, 27 tahun.

Siang dok, tolong dokter jelaskan penyebab sariawan sy, krn sdh hampir 2 bln blm sembuh? trus sy mau tanyakan tentang istri sy, apa penyebabnya istri sy tdk haid sejak melahirkan anak kami, usia anak sy sdh msuk 6 bln?

drg. Arni Maharani

Dijawab Oleh:

drg. Arni Maharani

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sariawan atau Stomatitis Aftousa Rekuren (SAR) memang suatu keadaan yang hilang timbul namun belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Hal yang dikaitka denga terjadinya sariwan adalah stress, infeksi virus dan bakteri, sensitif terhadap makanan, obat-obatan, trauma lokal dalam mulut, keturunan dan kekurangan vitamin. Sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10-14 hari.

Hal yang utama dalam pengobatan sariawan adalah mencari faktor-faktor yang berperan terhadap timbulnya sariawan  tersebut dengan bantuan pemeriksaan olah dokter gigi, dan kemudian dikoreksi serta diperbaiki sehingga dapat menurunkan tingkat keparahan penyakit ini. Dan yang perlu diperhatikan adalah mencegah terjadinya infeksi sekunder yaitu dengan menjaga kebersihan rongga mulut  dengan menyikat gigi, membersihkan karang gigi  dan merawat gigi-gigi yang berlubang serta konsumsi makanan yang  mengandung vitamin dan mineral.

Untuk mengetahui secara pasti apakah kondisi yang terkait sariawan yang Anda alami, maka sebaiknya periksakan dan konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter gigi spesialis Oral medicine (SpOM)

Mengenai pertanyaan kedua Anda mengenai keluhan pada istri Anda yaitu belum haid setelah melahirkan. Apakah isteri Anda sedang menyusui? Jika iya, Belum kembalinya siklus menstruasi setelah melahirkan dapat merupakan hal yang wajar terjadi karena perubahan hormonal di tubuh ibu yang menyusui. Hormon prolaktin akan menekan estrogen dan menghambat terjadinya menstruasi pada ibu menyusui. 

Saat menyusui, hisapan bayi menyebabkan perubahan hormonal dimana hipothalamus mengeluarkan Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) yang menekan pengeluaran Luteinizing Hormone (LH) dan menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur). Jadi, dapat dikatakan bahwa menyusui merupakan salah satu metode kontrasepsi alami yang sangat efektif  bila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Ibu sama sekali belum pernah mendapat menstruasi sejak melahirkan
  • Bayi berusia < 6 bulan
  • Menyusui setiap 4 jam pada siang hari, dan setiap 6 jam pada malam hari
  • Makanan tambahan hanya diberikan 5-10% dari total

Angka keberhasilan metode ini dapat mencapai 98-99,5%. Kehamilan terjadi pada 2 per 100 wanita 6 bulan setelah melahirkan, dan 6 per 100 wanita 6-12 bulan setelah melahirkan. Anda tidak perlu merasa khawatir karena keadaan amenorea atau tidak mendapatkan menstruasi selama menyusui bervariasi setiap individu (antara 3 bulan-2 tahun), dan ini merupakan hal yang normal.  Siklus haid setelah melahirkan  dapat kembali normal dalam waktu 2-24 bulan setelah melahirkan secara perlahan-lahan atau setelah Anda tidak menyusui kembali.

Selama isteri Anda menerapkan metode amenorea menyusui (Lactation Amenorrhea Methode/LAM) secara penuh dengan memerhatikan persyaratan tersebut di atas, Anda tidak memerlukan metoda kontrasepsi lain. Namun sebagai alternatif, Anda dapat memilih kontrasepsi yang tidak mengandung hormon. Beberapa pilihannya antara lain adalah kondom, diafragma, senggama terpututs dan alat kontrasepsi dalam rahim seperti spiral dan IUD. 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar