Sukses

Berat Badan Mudah Naik

31 Oct 2014, 16:57 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok, saya itu gampang sekali naik berat badan. apakah ini karena gen? bagaimana saya bisa tau cara / pola yang sesuai dengan gen saya.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Ibu/Saudari yang terhormat.
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
 
Faktor genetik atau keturunan memang disebutkan memberikan pengaruh terhadap metabolisme tubuh seseorang, dan secara tidak langsung mempengaruhi berat badan. Gen berperan dalam memberikan instruksi kepada tubuh untuk merespon perubahan dari sekitarnya. Namun faktor tersebut tidak berdiri sendiri dalam mempengaruhi berat badan seseorang, dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi (nutrisi), aktivitas fisik, dan sebagainya. 
 
Perlu diketahui adakah masa tertentu dimana berat badan Anda bertambah? Apakah nafsu makan meningkat saat mendekati periode menstruasi? Apakah terdapat faktor lain seperti mood atau emosi yang mempengaruhi nafsu makan Anda?

Fluktuasi hormonal yang berkaitan dengan siklus menstruasi juga diketahui mempengaruhi nafsu makan dan berat badan. Sebelum periode menstruasi, wanita juga sering mengalami gangguan mood yang umumnya meningkatkan keinginan untuk makan. Hal ini termasuk ke dalam gejala Pre-Menstrual Syndrome. Kemudian, hasrat untuk makan juga cenderung meningkat saat kita berada di titik paling rendah secara emosional karena menghadapi masalah yang sulit, stres, kesepian, atau bosan. Tanpa disadari kita dapat lari ke makanan ringan seperti gorengan, keripik kentang, es krim atau coklat untuk menenangkan hati atau mengalihkan pikiran. Terdapat juga sebuah penelitian yang menunjukkan baik emosi negatif maupun positif seperti rasa gembira cenderung makan lebih banyak kalori. Hal ini mudah menjadi kebiasaan yang kemudian dapat berkembang menjadi gangguan pola makan yang disebut emotional eating.

Apabila fluktuasi nafsu makan Anda berkaitan dengan emotional eating tersebut, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Emotional eating umumnya kita lakukan secara otomatis atau tanpa sadar. Buatlah sebuah jurnal, perhatikan dan catat tempat dan waktu Anda makan saat stres. Apakah di kantor? Tengah malam? Ketika Anda sendiri? Apakah ada pola yang jelas? Setiap kali Anda makan, nilai seberapa lapar Anda dengan skala 1 – 10. Nilai yang rendah mengindikasikan emosi memicu hasrat makan Anda saat itu.
  • Anda perlu mengganti kebiasaan makan yang dipicu emosi dengan aktivitas yang sehat:
    • Minum teh hitam. Sebuah studi menunjukkan kadar stres hormon kortisol turun sebanyak 47%  pada orang yang minum teh hitam.
    • Pijat diri sendiri. Lakukan pijat kaki menggunakan sebuah bola tenis. Menurut sebuah studi di International Journal of Neuroscience, kegiatan ini menurunkan frekuensi denyut jantung dan kadar hormon kortisol dalam darah.
    • Lakukan latihan napas yang singkat. Tarik dan keluarkan napas secara perlahan sambil menutup mata.
    • Olahraga rutin, minimal 30 menit sehari, 3 kali seminggu. 

Apabila kondisi Anda tidak berkaitan dengan faktor di atas, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dan wawancara medis lengkap oleh dokter spesialis gizi agar dapat diketahui penyebab nya disertai penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.
 
Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar