Sukses

Penyebab Flek Kecoklatan & Mengetahui Usia Kehamilan

22 Oct 2014, 23:42 WIB
Wanita, 22 tahun.

dok saya mau tanya. satu bulan setelah menikah saya mengalami menstrusi yang tidak seperti biasanya. darah menstruasi saya sedikit dan berwarna coklat. jangka waktunya pun lebih lama dari masa menstruasi saya yang biasanya. hal itu pertanda.nya apa ia dok? kemudian di bulan kedu saya menikah, saya terlambat datang bulan. dan ketika melakukan tes kehamilan. tes tersebut menunjukan positif (2 garis). saya sudah melakukan periksa pada bidan setempat. tetapi beliau menyatakan saya sudah hamil 11 minggu. saya bingung dok. karena saya menikah pun baru 2 minggu dan saya belum pernah melakukan hubungan diluar nikah terlebih saya bulan septembernya mengalami menstruasi. mohon penjelasannya ia dok. terimakasih. :)

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Usia Kehamilan

Terdapat beberapa cara untuk mengetahui usia kehamilan. Di fasilitas kesehatan yang terbatas dan tidak memiliki pemeriksaan penunjang seperti USG makan perhitungan usia kehamilan didapatkan dengan melakukan perhitungan menurut  HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dan tinggi puncak rahim. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perhitungan kehamilan menurut HPHT. Perhitungan kehamilan menurut HPHT hanya dapat dipercaya apabila Anda memiliki siklus menstruasi teratur dan normal yaitu sekitar 28 hari. Apabila siklus Anda tidak teratur maka perhitungan ini tidak valid. Tanggal berapakah hari pertama haid terakhir Anda?

Metode lain yang juga sering digunakan adalah menghitung usia kehamilan berdasarkan puncak rahim (fundus uteri). Dokter/Bidan akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, ini menunjukkan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu. Perlu diketahui, ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak kan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.

Namun metode perkiraan usia kehamilan dengan perhitungan hari pertama menstruasi terakhir dan pengukuran fundus uteri tidak terlalu dapat diandalkan akurasinya dibandingkan dengan perhitungan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Karena itu, dalam hal ini, hasil perkiraan usia kehamilan dengan USG lebih dipercaya.

USG disarankan untuk dilakukan pada setiap wanita hamil khususnya jika fasilitas USG sudah ada. Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai frekuensi seorang wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Namun, dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu : 

  1. Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)
  2. Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasenta
  3. Pemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta.

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih sering jika dokter mencurigai kemungkinan adanya cacat janin dalam kandungan sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk melihat kelainan tersebut.

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

Flek Cokelat

Pada awal kehamilan sekitar 20-30% wanita hamil terkadang dapat mengalami flek-flek perdarahan yang biasa terjadi di awal kehamilannya (3 bulan pertama kehamilan). Namun flek coklelat pada kehamilan juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang membutuhkan perhatian lebih. Penting untuk diketahui bahwa semua bentuk perdarahan yang keluar dari kemaluan wanita (vagina) yang sedang dalam kondisi hamil perlu mendapatkan perhatian lebih. Flek-flek tersebut bisa jadi merupakan suatu pertanda adanya masalah serius dan berbahaya bagi kehamilan Anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya flek-flek selama kehamilan diantaranya adalah:

  • Melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Biasanya flek-flek darah akan timbul setelah melakukan hubungan seksual saat hamil karena saat hamil serviks (leher rahim) wanita dialiri oleh lebih banyak darah dibandingkan oleh wanita yang tidak hamil, karena itu serviks wanita yang sedang hamil lebih mudah berdarah

  • Keguguran 

  • Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)

  • Blighted Ovum (BO). Merupakan suatu kelainan dimana janin di dalam rahim gagal untuk berkembang

  • Infeksi saluran reproduksi oleh jamur, parasit, ataupun bakteri

  • Plasenta previa atau Solusio plasenta (pelesapan plasenta dari dinding rahim). Merupakan penyebab perdarahan yang biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

 

Sebenarnya penentuan usia kehamilan paling tepat dengan mengetahui masa pembuahan. Namun, sulit menentukan kapan terjadi pembuahan. Dokter spesialis kandungan dan kebidanan umumnya menggunakan USG untuk mengetahui usia kehamilan, karena akurasi dari pemeriksaan ini tinggi. Anda tidak perlu memusingkan kapan terjadi pembuahan karena cukup menggunakan USG untuk menentukan usia kehamilan.  

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar