Sukses

Punya keturunan Hipertensi dan Vertigo, Bahayakah untuk Kehamilan?

01 Dec 2014, 18:40 WIB
Wanita, 31 tahun.

halo dokter merkenalkn nama saya riska saya memilki penyakit turunan seperti vertigo, darah tinggi ap tdk berbahaya nanti klo sy hamil dokter?moho solusinya terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Bagaimana dengan tekanan darah Anda saat ini? Apakah memang terjadi peningkatan? Apakah Anda juga merakan adanya vertigo?

Vertigo disebabkan oleh gangguan pada alat keseimbangan, salah satu penyebabnya adalah hipertensi. Namun bila hipertensi telah dikontrol sedangkan gejala vertigo menetap, maka perlu dipikirkan penyebab lain seperti hipotensi, gangguan perdarahan telinga, dll.

Peningkatan tekanan darah sendiri terjadi pada 3-10% kehamilan. Peningkatan tekanan darah tinggi dalam kehamilan terbagi atas 4 bagian besar :

  • hipertensi kronik
  • pre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat, eklampsia
  • hipertensi kronik dengan superimposed eklampsia
  • hipertensi gestasional

Hipertensi kronik dapat terjadi sebelum kehamilan atau baru muncul pada kehamilan trimester pertama (early pregnancy) atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Penyebab dari hipertensi kronik ini terbagi atas esensial (tidak diketahui penyebabnya, tipe inilah yang biasanya dikaitkan dengan faktor keturunan) dan sekunder. Sekunder dalam hal ini adalah hipertensi yang disebabkan karena penyakit lain seperti penyakit ginjal dan gangguan endokrinologi (hormonal) seperti diabetes, hipertiroid.

Kondisi ini umumnya ringan-sedang dimana 95% kasus hipertensi kronik pada kehamilan tidak mengganggu ibu dan janin. Sekitar 50% wanita hamil dengan hipertensi kronik akan memiliki tekanan darah normal atau mendekati normal pada trimester tengah dengan risiko kekambuhan pada trimester akhir berkisar 10%. Apabila memang Anda memiliki penyebab sekunder atau penyebab dasar terjadinya hipertensi maka penyebab tersebut harus dikendalikan terlebih dahulu.

Komplikasi dari hipertensi kronik berkaitan dengan superimposed preeklampsia. Kondisi ini berkisar 10% pada hipertensi ringan dan 50% pada hipertensi berat. Pre-eklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga). Gejala preeklampsia ditandai oleh 3 gejala besar, yaitu tekanan darah >=140/90 mmHg, proteinuria (protein di urin), dan edema atau bengkak pada ekstremitas (tungkai, kaki, tangan).

Meskipun memang terdapat risiko gangguan janin pada kehamilan dengan hipertensi kronik, sebagian besar wanita akan melahirkan bayi yang sehat dan cukup bulan. Beberapa penelitian menyebutkan hasil akhir bayi dari ibu hamil normal dan ibu hamil dengan hipertensi kronik tidak memiliki perbedaan bermakna. Penanganannya adalah kontrol teratur ke dokter kebidanan dan meminum secara teratur obat antihipertensi seperti yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Tekanan darah Anda akan terus dipantau.

Saat ini, Anda janganlah terlalu khawatir, makanlah makanan yang bergizi dan olahraga ringan guna pertumbuhan janin Anda. Kontrol teratur ke dokter dan minumlah obat yang diberikan. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai preeklampsia di :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/24

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar