Sukses

Perawan Atau Tidak?

21 Oct 2014, 10:47 WIB
Wanita, 29 tahun.

malam,dok......saya mau tanya: 1. apakah jika kita sudah pernah melakukan hubungan intim dengan lawan jenis diluar nikah kita (wanita) disebut sudah tidak "perawan" lagi meskipun ketika berhubungan intim tsb penis laki-laki tidak masuk ke lubang vagina? 2. apakah jika jari tengan si pria masuk ke dalam lubang vagina si wanita memungkinkan selaput dara (hymen) si wanita robek walaupun tidak mengeluarkan darah sedikitpun? 3. kenapa setealh setelah berhubungan intim (ujung penis si pria masuk ke dalam lubang vagina si wanita sekitar 2 cm) saat Buang Air Kecil si wanita merasa agak sakit? untuk response/jawabannya saya harapkan sedetailnya, dan untuk bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Saya mengerti kekhawatiran Anda tentang keperawanan Anda. Pertama izinkan saya menjelaskan tentang konsep keperawanan.

Dua konsep yang dipahami masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

- Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, (Definisi Medis)

- Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali, (Definisi Sosial)

Mana konsep keperawanan yang Anda gunakan?

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Keadaan ini secara definisi medis dinyatakan sudah tidak perawan walaupun belum pernah berhubungan seks.

Sebaliknya ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Oleh karena itu, dalam kasus Anda, berdasarkan definisi sosial Anda sudah tidak perawan, namun secara medis perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter.

Mengenai nyeri saat buang air kecil, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Untuk memastikannya harus dilakukan pemeriksaan urin. Apabila terbukti ada infeksi maka diperlukan pengobatan berupa antibiotik. Beberapa hal yang Anda dapat lakukan untuk sementara adalah mengkonsumsi banyak air putih, menggunakan celana dalam dengan bahan katun, menjaga kebersihan daerah kewanitaan, dan hindari kegiatan seksual dahulu. Kami anjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter secara langsung agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar