Sukses

Payudara sering berdenyut

01 Dec 2014, 18:09 WIB
Wanita, 28 tahun.

dok tanya 2 bln terakhir saat mau datang bulan payudara sebelah kanan saya sering berdenyut sekitar 3hr. dan saya merasa ukuran payudara saya sblh kanan lebih besar. saya pegang tdk ad benjolan tolong dok ad ap dengan payudara saya terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Keluhan yang timbul sebelum haid tergolong dalam Sindrom pre-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome).

PMS merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses terjadinya siklus menstruasi wanita.  Umumnya terjadi secara regular/teratur pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Terkadang mengharuskan mereka beristirahat dari kesibukan rutinitias hariannya.

Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang memiliki kepekaan terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS.

  • Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima).
  • Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
  • Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun).
  • Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).
  • Kelima, diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS).
  • Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS.
  • Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS.

PMS digolongkan dalam 4 tipe, yaitu tipe A, H, C, dan D. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan. Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri:

  • PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid.
  • PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain.
  • PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan.
  • PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

Berdasarkan informasi yang Anda berikan, keluhan tersebut tergolong PMS tipe H. Adakah gejala lain yang Anda rasakan?

Setiap payudara terdiri atas 15-20 lobus, setiap lobusnya terdiri atas banyak lobulus, yang pada ujungnya terdapat kantung kelenjar tempat susu diproduksi sebagai respon terhadap sinyal hormonal. Sebagian besar payudara terdiri atas jaringan adiposa (lemak) dan jaringan ikat (ligamentum Cooper) yang berada di antara jaringan dan kelenjar susu. Kedua jaringan inilah yang menentukan ukuran, bentuk, dan elastisitas payudara, di samping faktor lain seperti hormon dan genetik.

Oleh karena faktor-faktor tersebut di atas, terdapat beberapa keadaan dimana ukuran payudara dapat berubah:

  1. seiring bertambah/berkurangnya berat badan, mengingat sebagian besar payudara terdiri atas jaringan lemak
  2. membesar selama kehamilan dan menyusui sebagai respon terhadap hormon prolaktin
  3. membesar selama siklus menstruasi, akibat peningkatan hormon estrogen dan retensi air premenstruasi
  4. membesar sebagai efek samping penggunaan pil kontrasepsi

Perlu diketahui sebelumnya gejala PMS ini dipengaruhi oleh siklus menstruasi, jadi hilang timbul mengikuti perubahan hormon. Apabila keluhan yang Anda rasakan menetap dan semakin memberat, Kami sarankan Anda memeriksakan diri kepada dokter terdekat.

Berikut Kami lampirkan artikel terkait;

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar