Sukses

Hasil Pap Smear

22 Oct 2014, 09:25 WIB
Wanita, 26 tahun.

Ass.... saya sedang hamil usiax skrg uda 14 minggu tp 6 bulan yg lalu saya papsmert dan positif terkena inveksi vaginal sdh kelas 2. Apa itu bahaya bagi janin saya atw bagi diri saya sendiri? Terima ksh

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Hasil Pap Smear Kelas II menunjukkan adanya infeksi ringan non spesifik, kadang disertai:

-          Kuman atau virus tertentu.

-          Sel dengan kariotik ringan.

-          Pemeriksaan ulang 1 tahun lagi, pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya

-          Bila ada erosi atau radang bernanah, pemeriksaan ulang 1 bulan setelah pengobatan.

 
Sekilas izinkan kami menjelaskan mengenai vaginitis. Vaginitis merupakan infeksi vagina yang dapat terjadi secara langsung pada luka vagina atau melalui perineum. Permukaan mukosa membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus. Penyebaran dapat terjadi, tetapi pada umumnya infeksi tinggal terbatas. Vaginitis dapat disebabkan oleh:
1.   Infeksi
  • Bakteri (misalnya klamedia gonokokus)
  • Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes dan wanita hamil serta pemakai antibiotic.
  • Protozoa (misalnya trikomonas vaginalis).                        
  • Virus (misalnya HPV dan Herpes)
2.   Zat atau benda yang bersifat iritatif
Misalnya spermisida, pelumas, diafragma, penutup serviks dan spons, pembilas vagina, pakaian dalam yang terlalu ketat yang tidak berpori dan tidak menyerap keringat.
3.   Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya.
4.   Perubahan hormonal.
 
Pada saat kehamilan memang dapat menimbulkan komplikasi vaginitis yang diakibatkan jamur karena terdapat perubahan asam basa didaerah tersebut dan tingkat kelembaban di area genital juga meningkat saat kondisi hamil. Jika penanganan cepat ditangani tidak akan membahayakan janin. Kami sarankan Anda segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan afar dapat dilakukan wawancara medis secara detail. pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan terapi yang optimal sesuai dengan hasil pemeriksaan fisik sebelumnya. Bagaimanapun juga pap smear merupakan pemeriksaan penunjang, dalam menentukan suatu diagnosa dibutuhkan adanya pemeriksaan secara langsung. Dan mengingat saat ini Anda dalam keadaan hamil, alangkah baiknya jika konsultasi tersebut segera dlakukan. 
 

Berikut pencegahan vaginitis:

  • Hindari iritasi. Ini termasuk tampon dan bantalan berparfum.
  • Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Hindari penyebaran bakteri dari tinja ke vagina.
  • Jangan gunakan douche (terapi pencucian vagina). Vagina anda tidak memerlukan pembersihan lain dari mandi biasa. Berulang menggunakan douche mengganggu organisme normal yang berada di vagina dan dapat benar-benar meningkatkan risiko infeksi vagina. Douche tidak menghilangkan sebuah infeksi vagina.
  • Pakailah pakaian katun dan stoking dengan pembalut di selangkangannya. Jika Anda merasa nyaman tanpa itu, langsung mengenakan pakaian tidur. Ragi tumbuh subur di lingkungan lembab.
Penanganannya jika penyebabnya adalah infeksi, diberikan antibiotik, anti-jamur atau anti-virus, tergantung kepada organisme penyebabnya
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan Anda lekas pulih.
Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar