Sukses

Hamil di Usia 40 Tahun

21 Oct 2014, 17:49 WIB
Wanita, 40 tahun.

Slamat siang dok... mau tanya saya terakhir haid tanggal 26 agustus 2014 & sudah test pack dengan hasil positif. saya wanita yang memang sulit hamil berikut riwayat kehamilan yg pernah saya alami : pd th 2002 sy pernah mengalamai keguguran di usia 16 minggu kemudian tahun 2008 sy hamil & usia anak sekarang 6 tahun dan saat ini di usia 40 th. pertanyaan : 1. apakah aman diusia 40 th dgn kehamilan saya? 2. apa yg harus lebih diperhatikan? mengingat usia sdh tdk muda lagi? 3. karena suami PNS sy ingin menggunakan ASKES utk pemeriksaan kehamilan tetapi petugas puskesmas menyatakan bahwa USG saat ini tdk dpt di klaim setelah berubah menjadi BPJS kec. ada indikasi berbahaya. menurut dokter amankah di usia saya tanpa USG dgn kondisi sy memang sulit hamil. Terima kasih.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Bagi sebagian besar pasangan, kehamilan merupakan sesuatu hal yang menggembirakan. Namun dari sebuah studi ditemukan bahwa 5-10 % kehamilan termasuk dalam kehamilan risiko tinggi. Ibu hamil yang termasuk dalam kehamilan risiko tinggi memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada kehamilan/proses persalinannya dibandingkan dengan ibu hamil dengan kehamilan normal.

Usia ibu hamil yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun termasuk dalam kategori ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi. Selain itu, menjadi ibu bukanlah persoalan yang mudah. Diperlukan kesiapan baik secara fisik maupun psikis untuk membina sebuah keluarga baru. 

Selain usia ibu saat hamil, terdapat beberapa kondisi lain yang tergolong dalam kehamilan risiko tinggi, yaitu:

  • riwayat kehamilan dan persalinan yang sebelumnya kurang baik (seperti riwayat keguguran, lahir mati, perdarahan setelah melahirkan, dsb)
  • berat badan ibu hamil kurang/termasuk kurus
  • tinggi badan ibu hamil < 145 cm
  • ibu hamil menderita anemia atau kurang darah
  • terdapat riwayat perdarahan pada kehamilan saat ini
  • tekanan darah meningkat disertai sakit kepala hebat dan timbul bengkak pada tungkai
  • kelainan letak janin atau bentuk panggul ibu tidak normal
  • jarak antara dua kehamilan kurang dari 2 tahun
  • sudah memiliki 4 anak atau lebih
  • ibu hamil memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, darah tinggi, asma, dsb.

Kehamilan di atas usia 35 tahun memiliki beberapa risiko yang mungkin terjadi seperti:

  1. Masalah dalam kesuburan
  2. Tekanan darah tinggi & Diabetes. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi, seperti penyakit jantung dan stroke, pertumbuhan janin terhambat dan berat lahir rendah, lepasnya plasenta dari dinding rahim selama persalinan yang dapat menyebabkan perdarahan. Namun dengan perawatan sebelum persalinan yang baik dan teratur, permasalahan tersebut dapat dicegah. Sekitar 1 dari 4 wanita dapat masuk kedalam kondisi yang disebut preeklamsia, kondisi dimana tekanan darah ibu menjadi tinggi dan ditemukan protein dalam urin. Jika terlambat atau tidak ditangani maka ibu dapat jatuh kedalam kondisi kejang atau bahkan koma.
  3. Kehamilan kembar atau lebih
  4. Kelainan kromosom pada anak, tersering adalah Down Syndrome yaitu kombinasi kelainan retardasi mental dengan abnormalitas bentuk fisik akibat kelainan kromosom
  5. Keguguran
  6. Plasenta previa, kelainan letak plasenta yang menutupi jalan lahir
  7. Operasi caesar
  8. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi kurang dari 2500 gr atau lahir prematur (kurang dari 37 minggu kehamilan)

Namun Anda tidak perlu khawatir jika nanti mengalami kehamilan diatas 35 tahun. Untuk mengurangi risiko kejadian, istri Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Konsumsi multivitamin yang mengandung 400 mikrogram asam folat setiap hari sebelum hamil dan selama bulan pertama kehamilan untuk membantu mencegah gangguan pada saluran rahim.
  2. Konsumsi makanan bernutrisi secara bervariasi, termasuk makanan yang mengandung asam folat seperti sereal, produk dari padi, sayuran hijau daun, buah jeruk dan kacang-kacangan.
  3. Mulai kehamilan pada berat badan yang normal atau sehat (tidak terlalu kurus atauterlalu gemuk)
  4. Tidak minum alkohol sebelum dan selama kehamilan
  5. Jangan gunakan obat-obatan, kecuali obat anjuran dari dokter yang mengetahui bahwa ibu sedang hamil.
  6. Perawatan antenatal/pra persalinan teratur pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

 

Bagaimanapun, permasalahan ini bukannya tidak dapat dihindari. Dengan perawatan yang baik, sekitar 90-95% ibu dengan kehamilan risiko tinggi dapat melahirkan dengan selamat dan memperoleh bayi yang sehat. Di sinilah letak pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan melakukan konsultasi Antenatal Care rutin ke dokter. Apabila ditemukan sedini mungkin, kondisi-kondisi di atas dapat segera diperbaiki agar tidak terjadi perburukan. 

Pemeriksaan USG Saat kehamilan dilakukan pertama kali pada trimester pertama, lalu USG kedua dilakukan pada trimester ketiga, memasuki usia 34 minggu. Namun itu semua tergantung dari kondisi kehamilan Anda, coba diskusikan kembali mengenai masalah ini dengan dokter Anda, karena beliau lah yang mengetahui perkembangan dan kondisi Anda dari awal kehamilan.  

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar