Sukses

Haid Banyak & Nyeri Saat Haid

20 Oct 2014, 16:24 WIB
Wanita, 26 tahun.

Ass Sy sering kram dan nyeri perut kiri/kana seminggi sblm haid dn pas haid jg. Prnah periksa dokter kandungan dikasih endromertil sama loxinter. Smua ada 10tablet. Tp krna mrasa tmbh sakit sy cm minum 3hari. Biasy haid bersih 7hri.tp ini smpai hri ke 13 msh keluar darahy..kira2 knp ya dok? Smpat bersih hari ke 8.9. Keluar darah lg hr ke 10 tp darahy hitam. Sy minum obaty hr ke 6.7.8. Apkh sy harus minum obaty lg?

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasaRasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer maka tidak akan ada masalah, namun apabila penyebabnya adalah dismenorea sekunder, maka ada kemungkinan faktor penyebab tersebut dapat mengganggu kesuburan Anda. 

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

  1. Kelainan organik : 
    • Infeksi saluran reporduksi
    • Gangguan pembekuan darah, misal : von willebrand disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
    • Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
  2. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
  3. Kelainan anatomi rahim seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
  4. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatan antikoagulan

Pengobatan menoragia sangat tergantung pada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia disebabkan oleh kelainan hormonal, dapat diberikan terapi hormonal berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pil progesteron.

Terkait dengan pertanyaan Anda, sebaiknya Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik kembali, karena pemberian suatu terapi harus berdasarkan pemeriksaan fisik secara detail dan menyeluruh. 

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar