Sukses

Berbagai Keluhan

20 Oct 2014, 15:09 WIB
Pria, 37 tahun.

saya merasakan telingan berdenging terus-menerus, kepala tegang, mual, mudah kaget, darah tinggi, mudah lapar. jika terasa mulai lapar, tangan dan kaki kesemutan, kaku, dan keluar keringat dingin, Apakah semua itu berhubungan, saya byk bekerja di depan laptop. Bagaimana cara pengobatan dan mengurangi jika gejala-gejala tsb timbul. Terimakasih atas penjelasannya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan yang Anda rasakan adalah telingan berdenging terus-menerus, kepala tegang, mual, mudah kaget, darah tinggi, mudah lapar. jika terasa mulai lapar, tangan dan kaki kesemutan, kaku, dan keluar keringat dingin, 

Telinga berdenging disebut Tinitus yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal. Tinitus bukanlah penyakit namun gejala, dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinitus, yaitu yang subjektif dan objektif. Tinitus subjektif berarti tinitus yang hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Tinitus ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak. Sedangkan yang objektif dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinitus jenis ini jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinitus adalah:

  • Adanya kotoran terlalu banyak dalam telinga,
  • Perubahan pada tulang telinga bagian tengah,
  • Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam),
  • Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)
  • Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinitus pada satu sisi telinga saja)
  • Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinitus objektif)
  • Stress dan depresi. Diagnosis ini merupakan diagnosis yang sangat umum jika  tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinitus lain tidak dapat diidentifikasi.

Tidak ada obat khusus untuk tinitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Yang dapat kami sarankan untuk Anda adalah menghindari pajanan suara keras, hindari pencetus tinitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam. Berolahragalah untuk memperbaiki sirkulasi dan jangan terlalu memikirkan mengenai tinitus yang terjadi, belajarlah untuk mengabaikannya atau mengalihkannya ke hal lain (mendengarkan musik ketika mau tidur misalnya). Pada ruangan yang sepi, suara kipas angin, suara musik atau radio yang pelan dapat membantu menyamarkan bunyi dari tinitus. 

Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis THT untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab tinitus lainnya jika cara-cara di atas tidak membantu mengatasi keluhan.

Mengenai darah tinggi, berapa tekanan darah Anda saat terakhir dilakukan pemeriksaan? 

 

Kepala menegang atau sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan  tension type headache,cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. 

Yang sebaiknya Anda lakukan apabila sakit kepala datang menyerang adalah istirahat, minum obat pereda rasa sakit/analgetik .Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar