Sukses

Gangguan Haid Karena KB

20 Oct 2014, 13:26 WIB
Wanita, 25 tahun.

Assalamualaikum Wr Wb, Gi ni dok saya punya kendala di siklus haid sya dok. pada sat sya sdh melahirkan anak pertama sikulus haid sya pada bulan 2 stelah melahirkan tdak teratur, kemudian bulan berikutnya hanya sedikt dok cuman bercak keluar dlam wktu bsa dikatakan tiap hari, pada saat itu sya memituskan untuk KB. setalah sya sudah melukan KB sampai sekaran hampir 1 tahun sya ngga haid2 dok, kira2 penyakit apa yach dok.. terima kasih dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Perlu diketahui bahwa wanita yang tidak memberikan ASI kepada bayinya, 80% akan mendapatkan menstruasinya kemabali dalam dalam 20 minggu setelah melahirkan. Pada wanita yang memberikan ASI kepada bayinya, proses kembalinya menstruasi akan berlangsung lebih lambat. Meskipun demikian, tidak menyingkirkan pula bahwa seorang wanita dapat mengalami menstruasi kembali dalam 1 bulan setelah melahirkan, karena proses menstruasi diatur oleh kadar hormon di dalam tubuh dan hal ini berbeda-beda pada setiap orang. 

Selain itu, seluruh metode kontrasepsi yang bersifat hormonal, baik itu suntik, pil, spiral maupun susuk, dapat merubah regulasi hormon di dalam tubuh wanita dan menyebabkan gangguan menstruasi. Biasanya, kondisi perubahan hormon ini diawali dengan perdarahan tidak teratur, terutama pada 3 bulan awal penggunaan alat kontrasepsi. Keluhan seperti flek, menstruasi sedikit atau bahkan tidak menstruasi sama sekali disebabkan karena menipisnya lapisan lendir rahim.

Keseimbangan hormon Anda secara perlahan akan kembali ke titik normal apabila penggunaan kontrasepsi hormonal dihentikan. Biasanya dalam kurun waktu 5 hingga 7 bulan siklus menstruasi akan kembali reguler dan normal dalam hal frekuensi, jumlah maupun siklus.

Untuk kepastian diagnosis, kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk USG kandungan (jika diperlukan) akan memperjelas ada tidaknya gangguan pada organ reproduksi Anda.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar