Sukses

Mata Minus dan Migraine

20 Oct 2014, 10:42 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok,saya ada mata minus kanan 0,75 kiri 0,25 tapi sebelum saya tau kalo saya minus saya sering mengalami migrain i bagian sebelah kiri...apa benar mata minus gak dpat di sembuhin dok trus apakah bahaya sering migrain...trima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Miopia atau rabun jauh adalah berkurangnya kemampuan melihat jauh, kendati penglilhatan jarak dekat masih dalam batas normal. Kondisi ini terjadi apabila kornea dan lensa mengalami gangguan kecembungan serta berkekuatan lebih, atau ketika bentuk anatomis bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar akan dibiaskan di depan retina.

Penambahan minus rabun jauh biasanya akan berhenti dan berada pada titik stabil ketika penderita menginjak usia 20 tahun. Jikalau bertambah, biasanya angka pertambahan pun tidak terlalu signifikan.

Tata laksana rabun jauh dapat menggunakan kaca mata atau lensa kontak minus / negatif dengan ukuran yang disesuaikan dengan gangguan kecembungan atau kelainan anatomis yang ada.

Berikut adalah modifikasi gaya hidup yang dapat diterapkan untuk menjaga agar minus penderita tidak bertambah :

  • Jaga jarak baca pada radius 40 – 45 cm dan menggunakan cahaya cukup

  • Istirahatkan mata setiap 2 jam sekali selama 15 menit, ketika membaca buku atau bekerja di depan computer secara intens

  • Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A.

Tindakan lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi rabun jauh adalah tindakan pembedahan berupa pembedahan pada kornea mata dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (Lasik) ; atau dengan tindakan tanam lensa atau Intraocular Lens Implant (IOL).

Sedangkan penyebab migraine sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migraine akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migraine juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak seperti yang Anda rasakan saat ini atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki). Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncui sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migraine mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migraine yang disertai dengan aura. Migraine yang disertai munculnya aura dinamakan migraine klasik.

Penderita migraine biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migraine dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

  1. Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju, red wine)

  2. Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan Cina dan Meksiko

  3. Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)

  4. Makanan yang difermentasi

  5. Alkohol (red wine)

  6. Minuman yang mengandung kafein (softdrink, teh, kopi)

Kami menyarankan Anda untuk berobat ke Dokter Spesialis Saraf untuk memastikan diagnosis Anda. Bila diperlukan, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Bila diagnosis sudah pasti, maka dapat ditentukan apakah pantangan yang berarti bagi kondisi Anda saat ini.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat:

6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya

Migraine Sering Kambuh, Bagaimana Solusinya?

Hubungan Migraine dengan Tidur

Serba-Serbi LASIK

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar