Sukses

Penis Mengeluarkan Nanah & Nyeri Buang Air Kecil

20 Oct 2014, 09:58 WIB
Pria, 25 tahun.

permisi maaf saya mau tanya , kenapa ya alat kelamin saya keluar nanah ?? gejala awal nya itu mual (lumayan lama) setelah mual hilang pada saat saya buang air kecil terasa sakit/perih . saya sudah coba periksa ke dokter dan dokter menyarankan saya untuk periksa lab , dan hasil dari pemeriksaan lab itu ada bakteri "coccus positif" , saya belum tanyakan lagi ke dokter yang menangani saya ini, karena tersibukan oleh pekerjaan, saya sblm nya di beri obat , tapi sampai saat ini nanah nya tetap ada dan rasa sakit saat kecing masih ada namun tidak se sakit waktu itu, yang saya tambah kaget istri saya pun mengalami hal yg serupa dengan saya setelah sebelummya berhubungan seksual dengan saya (memakai kondom), pertanyaan saya penyakit apa yg saya alami ? bagaimana cara penyembuhan nya ? apakah istri saya bisa sembuh ? trimakasih sebelum nya , jawaban dokter sangat saya harapkan.. sekali lagi terimakasih

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan yang Anda rasakan adalah penis keluar nanah dan nyeri saat buang air kecil. Keluhan yang Anda rasakan mengarah ke diagnosa Gonore / Kencing Nanah / Raja Singa yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif.

Pada pria, awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.

Gonore pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati sesegera mungkin bila terdiagnosis gonore. Karena penularan utama melalui hubungan seksual, jadi wajar adanya jika istri Anda juga mengalami hal yang sama. Antibiotik yang diberikan dapat berupa suntikan atau obat minum yang diberikan dalam dosis tunggal. Selama pengobatan tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual. 

Tidak ada cara untuk terhindar total dari penyakit ini kecuali melakukan hubungan seksual yang aman dan tidak berganti-ganti pasangan. Kami sarankan Anda dan istri melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan detail. 

Penyakit ini dapat disembuhkan dan tidak memerlukan rawat inap. Pada Pria, Gonore dapat menyebabkan epididimitis (inflamasi pada saluran pengeluaran sperma) yang dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan) jika tidak ditangani dengan baik. Gonore dapat menyebar melalui darah dan sendi. Kondisi ini dapat mengancam jiwa. Sebagai tambahan, penderita Gonore dapat lebih mudah terjangkit HIV, terlebih seringnya berganti-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko HIV pula.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Gonore, Anda dapat memperluas pengetahuan tentang penyakit ini disini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar