Sukses

Alat Vital Loyo, Disfungsi Ereksi?

20 Oct 2014, 09:24 WIB
Pria, 26 tahun.

Salam sejahtera Dok. Usia saya 26 Tahun, dan baru menikah 1 bulan yang lalu. Saat berhubungan malam pertama lancar - lancar saja. 2 Minggu kemudian juga lancar. Namun akhir akhir ini, pada saat berhubungan alat vital saya loyo dan tak mampu untuk berdiri pada saat ingin masuk ke vagina istri saya. Apakah saya mengalami Disfungsi Ereksi dok. Padahal pada saat bangun pagi, alat vital saya berdiri. Dulu saya sebelum menikah sering Onani bahkan max. 3 kali seminggu. dan saya menghabis rokok 1 bungkus perhari. Pls Advice nya dok. Regards, Fadli..

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Saudara yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami memahami kekhawatiran Anda. Izinkan kami menjelaskan sedikit mengenai disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Pada dasarnya disfungsi ereksi terbagi dalam dua faktor penyebab, psikis dan organis. Penyebab faktor psikis biasanya dilatarbelakangi oleh faktor kejenuhan, kejengkelan, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual hingga rasa takut gagal yang terpicu dari kurangnya rasa kepercayaan diri. Sementara penyebab faktor organik DE biasanya terkait penyakit seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, pasca-operasi prostat dan penyempitan pembuluh darah. Faktor usia juga dapat mempengaruhi dimana semakin tua usia semakin besar risiko DE.

Beberapa hasil penelitian mengemukakan, mayoritas penderita DE pada usia muda atau produktif terpicu dari faktor psikis. Sementara DE pada penderita berusia diatas lima puluh tahun memiliki kecenderungan terpicu oleh faktor penyakir degeneratif.

Penyebab Disfungsi Ereksi umumnya antara lain:

  1. Kelainan pembuluh darah

  2. Kelainan persarafan

  3. Obat-obatan

  4. Kelainan pada penis

  5. Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual

Kelainan pembuluh darah
Agar dapat menegang, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) dapat menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

Kelainan persarafan
Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini dapat terjadi akibat:

  1. Cedera

  2. Diabetes melitus

  3. Sklerosis multiple

  4. Stroke

  5. Obat-obatan

  6. Alkohol

  7. Penyakit tulang belakang bagian bawah

  8. Pembedahan rektum atau prostat.

Obat-obatan
Risiko DE meningkat seiring dengan kebiasaan mengonsumsi narkotika, obat zat psikotropika, antidepresi (litium), obat penenang dan hormon. Serta dapat juga dipicu dari konsumsi obat-obatan anti-hipertensi dan antigastritis (simetidin).

Gejala
Pada disfungsi ereksi, tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak mampu ereksi sama sekali atau tidak mampu mempertahankan ereksi secara berulang (sedikitnya selama 3 bulan )

  2. Tidak mampu mencapai ereksi yang konsisten

  3. Ereksi hanya sesaat.

Pengobatan
Jenis pengobatan yang ada tergantung kepada penyebab primernya. Selain itu ditujukan pula untuk memperbaiki fungsi ereksi. Tidak sedikit kasus disfungsi ereksi tidak memerlukan obat, terutama pada kasus disfungsi ereksi karena faktor psikologis. Disamping itu, peran pasangan sangat penting untuk membantu pemulihan disfungsi ereksi.

Adapun pengobatan untuk DE antara lain:

  1. Vacuum constriction.

  2. Pembedahan, dilakukan untuk memperbaiki pembuluh darah penis (revaskularisasi).

  3. Terapi akupuntur

  4. Penis tiruan (protesis penis), merupakan pilihan terakhir jika semua upaya tidak memberikan hasil yang memadai.

 

Yang dapat Anda lakukan saat ini adalah meminimalkan faktor risiko seperti:

  1. Batasi atau menghindari penggunaan alkohol atau obat-obatan serupa

  2. Berhenti merokok. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh British Journal of Urology International menunjukkan bahwa 75% pria yang berhenti merokok, tidak lagi mengalami disfungsi ereksi. Disimpulkan bahwa bukan hanya rokok, namun nikotin yang dikandungnya yang menyebabkan masalah ereksi.

  3. Olahraga yang cukup

  4. Hindari/ kurang stress, rasa cemas dan depresi

  5. Istirahat yang cukup

  6. Periksa kesehatan secara teratur di dokter

  7. Cobalah variasi seksual misalnya dengan mencoba beberapa macam teknik foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan.

  8. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Apabila dengan tips di atas keluhan Anda masih berlanjut, kami menyarankan Anda untuk berkonsutasi dengan dokter spesialis urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan optimal.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar