Sukses

13 Tahun Menikah, Belum Memiliki Momongan

20 Oct 2014, 10:41 WIB
Wanita, 34 tahun.

Saya mau ty dok... Sy ini uda 13th blm memilii keturunan. Suami sy varikokel dan sdh melakukan operasi varikokel thn 2002. . Kt dokter setelah itu kami bisa memiliki keturunan.. Tp ampe skrg kami belum memiliki keturunan. Kami sdh periksa ke dokter dan sy uda lakukan inseminasi 3x & hasil nya gagal... Sperma suami sya kurang bagus byk yg mati dan gerak nya lamban.dan dokter menyarankan sy bayi tabung. Tp sy tdk lakukan krn biaya sgt besar... Keadaan sy alhamdulillah baik..dan dr hormon nya bgs. Dan dokter yg menangani sy sgt hati2 memberi obat ke saya krn takut nt dinding rahim sy tipis katanya.. Jd utk saat ini sy off ke dokter dulu. Sy pasrah atas kehendak Illahi.. Solusi nya gmn ya dok.. ??? Tindakan ap yg hrs sy lakukan.. ???

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. 

Jumlah sperma sedikit dan pergerakannya lambat dikenal sebagai oligoastenozoopermia, yaitu suatu keadaan dimana jumlah sperma kurang dari normal (<20 juta/ml), pergerakannya (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%, Adanya gangguan pergerakan ini mempengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. 

Jumlah sperma yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

- faktor genetik (kromosom)

- suhu tinggi

- kelainan organ reproduksi (contoh: varikokel), saluran kemih dan hormon.

- kurang nutrisi dan vitamin (vitamin C, selenium, zinc, folat)

- kemoterapi, obesitas, merokok, alkohol, logam berat, dsb

- faktor psikologis: stres, panik, depresi

- faktor lingkungan: air yang tercemar

Pada prinsipnya hanya dibutuhkan satu sperma dari banyak sperma yang dihasilkan untuk membuahi sel telur. Dengan jumlah sperma sedikit kemungkinan terjadinya kehamilan tentu menjadi semakin kecil, namun pada beberapa kasus (jarang) ternyata oligoastenozoospermia masih dapat membuahi sel telur.

Hingga saat ini memang belum ada terapi yang terbukti sangat efektif dalam meningkatkan jumlah sperma. Bagi mereka dengan kondisi oligoastenozoospermia terutama yang parah, memang pada umumnya pasangan dianjurkan untuk melalukan fertilisasi in vitro atau dikenal dengan sebutan bayi tabung. Dilakukan dengan cara ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) dimana metode ini akan mempertemukan 1 sel telur dan 1 sel sperma untuk menjadi embrio. Embrio yang sudah terbentuk dapat dimasukkan ke dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk terapi infertilisasi karena gangguan dari spermatozoa.

Frekuensi hubungan seksual yang ideal juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan tersebut. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya jika haid Anda teratur. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi. 

Jika haid Anda tidak teratur, untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

 

Yang dapat suami dan Anda lakukan saat ini adalah tetap menjaga kesehatan dengan mengatur asupan nutrisi dan menjalani pola hidup sehat. seperti yang sudah disebutkan di atas, bayi tabung merupakan pilihan pada kasus seperti yang Anda ceritakan, namun perlu Anda ingat bahwa segala sesuatu telah diatur dan kembali ke Yang Maha Kuasa. Jangan lupa untuk tetap berdoa dan selalu berpikiran positif.

Kami menganjurkan agar suami Anda melakukan kontrol dan konsultasi ke dokter spesialis andrologi guna penanganan yang optimal. Dari sisi Anda, Anda dapat terus melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dapat dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan terapi yang optimal pula. Kami doakan agar Anda cepat memiliki momongan.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar