Sukses

Cara Membersihkan Telinga dan Terapi Ear Candle

20 Oct 2014, 01:38 WIB
Wanita, 21 tahun.
Maaf dok , saya mau tanya . Saya tipikal orang yg jarang membersihkan telinga karna saya takut kalau dibersihkan sendiri menggunakan cotton bud lalu malah melukai telinga saya . Beberapa waktu yg lalu saya mengikuti medical check-up lalu kata dokter THT kuping kiri saya bahkan sudah tertutup harus dibersihkan . Saya ingin bertanya apakah kotoran di telinga tersebut bisa dibersihkan di salon dengan treatment "ear candle" , atau adakah di dokter THT menyediakan layanan berupa pembersihan telinga ?? Dan apakah itu saja sudah cukup untuk membersihkan telinga yg sudah tertutup kotoran ?
dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kotoran telinga atau serumen diproduksi oleh kelenjar yang berada di dalam liang telinga. Serumen ini berfungsi untuk menangkap debu atau partikel kecil yang berpotensi merusak atau menyebabkan infeksi agar tidak masuk ke dalam telinga. Jadi sebetulnya serumen dihasilkan untuk melindungi telinga.

Hal yang perlu diketahui adalah, untuk kebanyakan orang, telinga mungkin tidak perlu dibersihkan karena telinga dapat membersihkan kotoran dengan sendirinya. Secara alami serumen yang terdapat di dalam liang telinga akan berjalan menuju ke bagian luar dari telinga, proses ini dibantu oleh gerakan rahang saat kita mengunyah dan berbicara. Saat serumen telah mencapai area yang dapat dilihat, bersihkanlah dengan menggunakan handuk hangat.

Adapun berikut adalah hal yang perlu diketahui mengenai menjaga kebersihan telinga:

1. Gunakan Kain atau Tissue. Jangan Menggunakan Cotton Bud.

Bersihkan bagian luar telinga dengan tissue atau kain bersih yang berbahan halus. Sumbatan atau gumpalan serumen biasanya terjadi akibat penggunaan cotton bud atau pinset telinga untuk membersihkan telinga. Penggunaan cotton bud justru akan mendorong serumen masuk ke dalam dan dapat menyebabkan cedera pada gendang telinga. Penggunaan cotton bud, hanya untuk pada bagian daun telinga (luar) saja dengan cara mengusap perlahan.

2. Cairan Pelunak Serumen

Untuk serumen yang keras dan padat, masukan cairan untuk melarutkan serumen ke dalam liang telinga. Anda dapat menggunakan baby oil, mineral oil, glycerin, tetes telinga berbahan peroxida, hydrogen peroxide dan larutan garam. Meskipun beberapa produk dijual bebas dan mudah ditemui di pasaran, untuk penggunaan cairan pelunak serumen sangat disarankan pengunaannya atas penilaian dokter sebelumnya.

3. Irigasi

Irigasi dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan spuit/suntikan yang telah diisi air atau larutan salin/garam. Gunakan air hangat atau sesuai dengan suhu tubuh untuk mencegah pusing. Irigasi dilakukan setelah serumen dilunakkan dengan cairan pelunak serumen. Irigasi tidak boleh dilakukan pada orang yang dicurigai memiliki perforasi (lubang) di gendang telinga.

4. Menggunakan Alat

Serumen dapat diangkat dengan alat khusus yang biasanya dimiliki oleh dokter, seperti sendok serumen, forsep, atau alat penghisap. Untuk penanganan ini dapat dilakukan dengan kunjungan ke dokter spesialis THT setelah adanya pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter yang berkompetensi. Dalam proses kunjungan ke dokter, sifat keterbukaan dan informatif akan sangat membantu proses penilaian dokter yang memeriksa Anda. Semakin Anda tertutup, semakin sulit dan jauh dari tepat sasaran pengobatan dari yang diharapkan.


Sementara itu mengenai terapi ear candle, lembaga kesehatan seperti US Food and Drug Administration tidak menyarankan terapi ear candle tersebut karena dapat menyebabkan cedera serius. Penelitian medis yang diterbitkan pada jurnal Laryngoscope juga menunjukkan bahwa terapi ear candle tidak memliki efek terhadap pengangkatan serumen (kotoran telinga).

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain: luka bakar pada wajah, liang telinga, gendang telinga, telinga tengah; perforasi gendang telinga; sumbatan liang telinga oleh lilin, perdarahan.

Terapi ear candle pada beberapa kasus dapat memperberat kondisi masalah pendengaran. Hal ini dapat terjadi akibat salah penanganan. Apabila Anda memiliki masalah di organ telinga, kami menyarankan Anda untuk menemui dokter spesialis THT agar tidak memperlambat penanganan medis.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar