Sukses

Setelah Dikuret, Ingin Cepat Hamil

20 Oct 2014, 10:42 WIB
Wanita, 18 tahun.
Dok,mau tanya nich. 5 bulan yang lalu kan saya habis kiret gra" janin saya tidak berkembang. Kira" saya masih bisa hamil normal dan sehat gak dok. Kaarena sAya pngen sekali cepat hamil dan punya anak.

 

Ibu yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa Ibu.

Kuret bertujuan untuk mengambil dan membersihkan sisa perdarahan atau jaringan yang masih ada dan menempel. Jika lewat pemeriksaan sudah tidak ada sisa jaringan atau perdarahan di dalam rahim maka tidak diperlukan kuret.

Umumnya setelah satu minggu dari kuretase, darah sudah tidak ada lagi. Jika tidak terjadi komplikasi, umumnya kesuburan akan kembali normal. Jika sudah mendapat haid lagi berarti fungsi organ reproduksi sudah kembali normal dan sudah boleh hamil lagi. Jika seorang dikuret, seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil. Namun, dianjurkan agar ibu menunda kehamilan berikutnya selama kurang lebih 3 bulan, hingga organ reproduksi ibu kembali ke bentuk semula dan ibu telah siap secara fisik dan emosi untuk hamil lagi.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya jika haid istri Anda teratur. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi. Jika haid Anda tidak teratur, untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Berikut saran kami dalam mempersiapkan kehamilan.

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Kunjungi juga Rubrik Kebidanan dan Kandungan yang kami miliki untuk informasi seputar kehamilan.

Semoga Ibu dan keluarga sehat selalu serta dapat segera memperoleh momongan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar