Sukses

Keputihan di Masa Kehamilan

19 Oct 2014, 22:18 WIB
Wanita, 25 tahun.
dokter saya mau tanya,,apa tidak brerbahaya keputihan banyak ketika sedang hamil

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal / fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dan lain-lain) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit. 

Apakah warna cairan keputihan Anda? Apakah cairan tersebut berbau menyengat? Adakah keluhan gatal?

Apabila cairan keputihan Anda bewarna bening, tidak berbau dan tidak gatal, besar kemungkinan keputihan yang Anda alami adalah keputihan fisiologis yang dipicu oleh kehamilan.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Namun untuk kepastian bahwa keputihan yang Anda alami bukan sebuah kondisi patologis, sebaiknya Anda konsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Berikut adalah beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar