Sukses

Diare Berlendir Pada Anak

19 Oct 2014, 18:33 WIB
Wanita, 29 tahun.
Pagi Dok, umur anak saya 7 bulan, sudah seminggu lebih BAB nya tidak normal, awalnya hari senin sore tgl 22 sept anak saya demam disertai batuk, saya langsung kompres hingga pagi karena demam masih panas, pagi nya langsung saya bawa ke dokter umum terdekat, menurut dokter tersebut anak saya cuma menderita radang tenggorokan, lalu diberi 2 jenis obat merk fasidol, roverton. Setelah selang beberapa hari kemudian demam turun namun batuk masih ada dan BAB semakin sering . Lalu, hari kamis 25 sept anak saya mulai pilek sedangkan batuk belum sembuh total ditambah BAB berlendir semakin banyak, karena tidak kunjung sembuh kami bawa ke bidan terdekat, pada hari minggu tgl 29 sept, anjuran bidan tersebut hentikan pemakian obat dari dokter, lalu diberi obat merek ceparocetin, hufamicetin, etasid, kanina. lalu disarankan untuk berganti susu khusus bebas laktosa FL jika dalam beberapa hari ke depan mencret berlendir masih ada, bahkan kami beri lactobe mengikuti saran bidan dan orang dekat, Sekarang hari sabtu tgl 4 Oktober, Sudah seminggu lebih anak saya rata-rata 5x BAB berlendir dalam sehari , saya bingung, pemberian ASI cukup, makan banyak, anaknya aktif, pemberian obat dari bidan masih dilanjutkan ditambah susu bebas laktosa FL dan lactobe. Gimana yah dok, mudah mudahan punya solusi yang tepat. Terima kasih atas perhatiannya ? ?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Buang Air Besar (BAB) yang berlendir dapat disebabkan oleh berbagai penyebab diantaranya adalah peradangan usus atau infeksi bakteri. Karena itu, untuk penanganannya tergantung penyebabnya, misal penyebabnya adalah bakteri maka perlu diberikan obat antibiotik.

Untuk dapat menemukan penyebabnya, diperlukan penelusuran lebih lanjut, diantaranya dengan pemeriksaan analisis tinja di laboratorium. Oleh karena itu kami menganjurkan Anda untuk konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak dan melakukan pemeriksaan analisis tinja di laboratorium. Hasil tersebut dapat menunjukkan apakah memang terjadi infeksi bakteri.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar  terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan elektrolit, jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar