Sukses

Gagal Ginjal: Haruskah Cuci Darah?

18 Oct 2014, 20:30 WIB
Wanita, 38 tahun.
Dok saya mau tanya mengenai ibu saya, gejala pertamanya kaki beserta badan bengkak semua, setelah periksa ke dokter katanya ginjal dan harus cuci darah tapi ibu saya tidak mau cuci darah alasannya akan cuci darah terus-terusan sekarang ibu saya makannya sedikit sekali kaki masih bengkak dan kulit kering, yang saya tanyakan apakah kl ginjal harus cuci darah terus-menerus apa cukup sekali saja dok atau apakah ada cara lain untuk mengobatinya, makasih sebelumnya dok
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran Anda saat ini mengenai kondisi yang dialami oleh ibu Anda. Ginjal merupakan sepasang organ di dalam tubuh yang berfungsi di dalam metabolisme racun yang terdapat di dalam darah dan mengeluarkannya via urin. Ginjal sendiri juga berfungsi sebagai absorpsi atau penyerapan beberapa zat dan mineral tertentu dalam tubuh. Kerusakan ginjal dapat berlangsung tiba-tiba (akut) atau berlangsung lama (kronik). Penanganan penyakit ginjal tentu tergantung penyebab dari penyakit ginjal tersebut. Jika, penyebabnya adalah batu saluran kemih, maka batu ini harus dikeluarkan. Jika penyebabnya adalah infeksi tentu infeksinya harus diobati. Secara  umum, makanan sehari-hari dapat dikonsumsi selama fungsi ginjal masih normal, yang perlu dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium kreatin atau laju filtrasi glomerulus.

Gangguan ginjal atau gagal ginjal kronik tahap akhir (sudah dilakukan cuci darah), berarti kedua ginjal tidak mampu lagi berfungsi sempurna yang mengakibatkan tumpukan hasil sisa metabolisme di dalam tubuh yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Untuk mengetahui derajat dari kerusakan ginjal diperlukan pedoman dari hasil lab yaitu melihat dari creatinin dan ureum baru kita dapat menghitung LFG (laju filtrasi glomerulus). Pada gagal ginjal yang tahap akhir memang obatnya hanya dengan cuci darah berserta diet yang tepat. Namun bisa juga dilakukan transplnatasi ginjal. Untuk sembuh memang sulit oleh karena sudah terjadi kerusakaan ginjal yang berat. 
Kondisi yang meningkatkan risiko gangguan ginjal antara lain:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit autoimun

Sudahkah ibu Anda melakukan pemeriksaan atau cek albumin serta fungsi ginjal lainnya seperti kreatinin dan urea? Jika ya, berapakah hasilnya? Berapakah usia ibu Anda saat ini? Apakah ibu Anda memiliki darah tinggi atau diabetes?

Penderita gagal ginjal kronik memiliki resiko kehilangan darah yang disebabkan karena adanya disfungsi dari platelet atau trombosit (sel dalam darah yang membantu menyembuhkan luka dan mencegah perdarahan dengan membentuk gumpalan darah). Hal ini memang disebabkan oleh proses terapi cuci darah, yang memicu penurunan kadar zat besi dalam darah hingga 3-5 gram besi per tahun. Normalnya, manusia kehilangan zat besi "hanya" 1-2 mg per hari. Rangkaian peristiwa inilah yang berujung pada penurunan sel darah merah atau hemoglobin pada darah secara bermakna. Perlu diketahui bahwa penurunan kadar hemoglobin yang terlalu drastis dapat juga dipicu oleh beberapa kemungkinan, seperti perdarahan aktif di dalam organ tubuh, seperti saluran pencernaan (yang dapat mencebabkan adanya darah dalam feses), saluran pernapasan, saluran kencing, kelainan darah, dan sebagainya.

Jika ibu Anda sudah terdiagnosis penyakit ginjal kronik stadium akhir dan harus dicuci darah, memang perlu dilakukan cuci darah secara terus menerus sembari dipantau kondisinya serta pemeriksaan fungsi ginjal rutinnya. Cara lain yang dapat dilakukan untuk menghindari cuci darah terus menerus adalah dengan melakukan transplantasi ginjal. Jika tidak ditangani secara optimal, penyakit ini dapat berujung pada berbagai komplikasi yang serius. 

Untuk itu kami menyarankan agar ibu Anda dapat segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultasn ginjal dan hipertensi (Sp.PD-KGH).

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang dapat bermanfaat untuk Anda dan ibu Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan semoga ibu Anda lekas sembuh. (NO)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar