Sukses

HNP & Neuropati Perifer

20 Oct 2014, 06:03 WIB
Pria, 36 tahun.
Selamat sore Dokter, Beberapa bulan ini saya merasakan sensasi panas daan nyeri pada kedua sisi kiri dan kanan ektermitas atas dan bawah saya dan sampai ke telapak tangan/kaki dan jari-jemari. Sensasi nyeri dan panas yang saya rasakan secara konstan/ terus menerus dan hal ini sangat membuat saya merasa tidak nyaman. Dan pada saat menginjak lantai yang dingin dan memakai sandal saya merasa tidak nyaman, kulit atas telapak kaki terasa tidak nyaman juga. Akibat penyakit ini saya sempat dirawat di RS. Dari hasil MRI saya menderita HNP C4-C5 dan HNP L5-S1. Dan hasil EMG ada kompresi radix C4-C5, iritasi radix C3-C4 kanan, iritasi radix L3-4, L4-5, L5-S1 kanan dan neuropati perifer motorik dan sensorik pada kedua tungkai.Apakah sensasi nyeri dan panas yang saya rasakan pada tangan dan kaki karena HNP? Apakah Neuropati perifer yang saya derita juga karena adanya HNP tersebut? Mohon penjelasan dan pencerahannya Dokter. Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan, merujuk dari hasil MRI Anda yang menerangkan adanya HNP pada C4-C5 dan L5-S1. Syaraf cervikal yang berperan pada persyarafan bahu, lengan sampai jari-jari adalah syaraf cervikal yang berasal dari segmen-segmen medula spinalis C5, C6, C7 dan C8. Sedangkan saraf lumbal berperan pada persarafan ekstremitas bawah. Sehingga kemungkinan besar keluhan nyeri dan kesemutan yang Anda alami saat ini berhubungan dengan adanya penjepitan saraf di daerah tersebut. Sedangkan keluhan sensasi panas bisa berkaitan dengan neuropati perifer sensorik yang juga Anda alami. HNP dan neuropati perifer merupakan hal yang berbeda. Yang dapat dilihat perbedaannya dengan melakukan EMG.

Ketika seseorang menderita neuropati perifer, saraf-saraf di susunan saraf tepi telah rusak. Kerusakan saraf dapat timbul oleh berbagai macam penyebab, seperti penyakit, cedera fisik, keracunan atau malnutrisi. Gejala khas dari neuropati adalah berkaitan dengan jenis saraf yang terkena. Jika saraf sensoris yang rusak, gejala umumnya termasuk kebas, kesemutan pada daerah yang terkena, sensasi seperti ditusuk-tusuk, atau nyeri. Nyeri yang berkaitan dengan neuropati dapat cukup kuat dan dapat digambarkan seperti nyeri tusuk, terpotong, terasa remuk, dan rasa terbakar. Pada beberapa kasus rangsangan tidak nyeri dapat diterjemahkan sebagai nyeri yang hebat atau nyeri juga dapat dirasakan bahkan tanpa ada rangsangan. 

Hernia nukleous pulposus (HNP) adalah suatu kelainan vertebrata cervicalis, yaitu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan kedalam kanalis spinalis. Salah satu faktor risiko HNP adalah pekerjaan, seperti terlalu sering mengangkat beban berat, sehingga menyebabkan tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan penonjolan nukleus pulposus. 

Gejala:

HNP paling sering terjadi di daerah lumbal (tulang belakang bagian bawah), tersering di L3-L5. Gejala yang muncul berupa nyeri kronik dan biasanya hebat pada lokasi penjepitan saraf, kesemutan/baal, nyeri dapat menjalar ke paha/kaki, gangguan buang air kecil/disfungsi seksual, sampai kelemahan anggota tubuh/kelumpuhan. Nyeri biasanya dipicu oleh perubahan posisi tubuh, membungkuk, batuk, mengejan, mengangkat beban, atau suhu dingin.

Terapi:

HNP (Hernia Nucleosus Pulposus) atau saraf terjepit perlu ditangani secara serius karena jika tidak ditangani secara serius maka dapat mengakibatkan komplikasi yang tidak diinginkan.

  • Terapi konservatif
    • Bed rest 3-6 minggu + obat anti nyeri
    • Pasien harus tidur di atas kasur yang keras, berlapis papan di bawahnya supaya kasur tidak melengkung selama beberapa minggu sampai 3 bulan.
    • Fisioterapi
    • Bila nyeri dan keluhan subyektif menghilang, maka mobilisasi dapat dilakukan lambat laun untuk kemudian dbantu dengan ‘braces’, ‘corset’ atau ‘belt’
  • Terapi operatif:
    • Operasi bertujuan untuk menghilangkan penekanan dan iritasi pada saraf sehingga nyeri dan gangguan fungsi akan hilang.
    • Harus dilakukan terutama jika sudah ada kelainan neurologik yang semakin memburuk 

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Semoga Anda lekas sembuh. 


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar