Sukses

Sulit Hamil & Riwayat KET

20 Oct 2014, 05:21 WIB
Wanita, 29 tahun.
Saya mau nanya dok sudah 4 tahun terakhir saya tidak menggunakan alat kontrasepsi atau KB tapi kok belum hamil juga ya.,,terakhir saya punya riwayat pernah operasi hamil dluar kandungan...,,apa itu berpengaruh dok?

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami turut prihatin dengan apa yang sudah dialami oleh Anda. Kehamilan di luar kandungan dalam dunia medis disebut dengan kehamilan ektopik.

Sekitar 30-50% pasien yang mengalami kehamilan di luar kandungan tidak diketahui penyebabnya. Namun ada beberapa faktor resiko yang perlu diketahui dan menyebabkan beberapa wanita lebih beresiko mengalami kehamilan ektopik:

 

  • Kehamilan diatas 35 tahun.
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Infeksi pada saluran reproduksi
  • Ada riwayat melakukan pembedahan di daerah tuba falopi, karena jaringan parut yang timbul pasca bedah dapat menghambat masuk nya sel telur ke rahim.
  • Ada riwayat penyakit menular seksual (PMS).
  • Penggunaan obat-obat fertilitas.
  • Pengunaan alat kontasepsi dalam Rahim (AKDR) yang baik dapat mencegah kehamilan , namun jika terjadi kehamilan dapat timbul di luar Rahim.
  • Kelainan kongenital yang menyebabkan struktur tuba falopi yang berbentuk tidak seperti normal.
  • Merokok

Riwayat operasi kehamilan ektopik tidak berpengaruh terhadap tingkat kesuburan seseorang, namun jika penyebabnya adalah infeksi pada organ reproduksi dan belum teratasi maka bisa ada keterkaitannya. Kami sarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. 

Untuk mendapatkan keturunan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Bagaimana dengan hubungan seksual Anda dan suami? Apakah Anda dan suami telah melakukan hubungan seksual minimal 2-3 kali/minggu? Lebih baik untuk melakukan hubungan seksual sesering mungkin pada saat merencanakan ingin memiliki keturunan.

Hubungan seksual juga perlu dilakukan terutama pada saat masa subur. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, ia harus mengetahui berapa rata-rata siklus haidnya dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan hari pertama haid berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Berikut adalah beberapa artikel Kami yang dapat Anda akses terkait persiapan kehamilan pada pasangan suami-istri:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar