Sukses

Penyebab Kaku & Nyeri Sendi

20 Oct 2014, 09:20 WIB
Pria, 49 tahun.
Selamat pagi dok... saya belakangan ini merasa sakit di sekitar ruas persendian atas jari telunjuk kanan Jadi kalau jari saya tekuk ke bawah sakit sekaliTerus sekarang lengan tangan kanan dan kiri kalau di lurusksn terasa sakit di bagian sebelah atas. Kenapa ya dok mohon penjelasannya terima kasih

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Nyeri yang Anda rasakan dapat disebabkan oleh gangguan pada persendian. Kaku dan nyeri pada sendi jari jemari dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti penyakit reumatik, asam urat maupun trigger finger. 

1. Trigger Finger

Tringer finger adalah kekakuan tendon atau selubung tendon, suatu kondisi nyeri atau sakit pada jari-jari tangan, jari kaku bila ditekuk atau ketika mau di luruskan. Kondisi ini mengakibatkan terkuncinya sendi jari pada saat di gerakan dari posisi fleksi (gerakan menekuk) ke arah posisi ekstensi (gerakan meluruskan). 

Trigger finger dapat mengenai lebih dari satu jari pada satu waktu, meskipun biasanya lebih sering terjadi pada ibu jari, tengah, atau jari manis. Trigger finger biasanya lebih menonjol di pagi hari.

Insiden terjadi trigger finger lebih sering terjadi pada wanita di usia 40 - 60 tahun dan penderita diabetes melitus atau penyakit rematik. 

Penanganan dilakukan dengan cara :

  • Istirahat. 

    Jika keluhan ringan, mengistirahatkan jari mungkin dapat mengurangi gejala.


  • Obat obatan golongan anti inflamasi non steroid (NSAID) dapat membantu mengurangi gejala.


  • Suntikan steroid. 

    Suntikan dilakukan ke dalam selubung tendo. 

2. Artritis Reumatoid
Artritis Reumatoid (AR) salah satu dari beberapa penyakit rematik adalah suatu penyakit otoimun sistemik yang menyebabkan peradangan pada sendi. Dengan berjalannya waktu, dapat terjadi erosi tulang, destruksi (kehancuran) rawan sendi dan kerusakan total sendi. Akhirnya, kondisi ini dapat pula mengenai berbagai organ tubuh.

Gejala dan tanda dari AR dapat dilihat sebagai berikut :

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Nyeri sendi bila disentuh atau di tekan
  • Tangan kemerahan
  • Lemas
  • Kekakuan pada pagi hari yang bertahan sekitar 30 menit
  • Demam
  • Berat badan turun

Artritis reumatoid biasanya menyebabkan masalah dibeberapa sendi dalam waktu yang sama. Pada tahap awal biasanya mengenai sendi-sendi kecil seperti, pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Dalam perjalanan penyakitnya, selanjutnya akan mengenai sendi bahu, siku, lutut, panggul, rahang dan leher.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaaan darah rutin. Orang dengan RA pemeriksaan laju endap darah (LED) cenderung meningkat, pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya proses peradangan dalam tubuh. Untuk menentukan adanya peradangan juga dapat dinilai melalui pemeriksaan C-reactive protein (CRP). Jika hasil CRP Anda meningkat dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan faktor reumatoid (RF) untuk mengetahui apakah benar artirtis reumatoid. Faktor reumatoid merupakan antibodi yang didapatkan pada sekitar 70-90% penderita artritis reumatoid. Pemeriksaan terbaru untuk mengkonfirmasi artritis reumatoid adalah anti-cyclic citrullinated peptide antibody (anti-CCP). Pemeriksaan Anti nuclear antibody (ANA) ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit autoimun, dapat digunakan untuk mendiagnosis pasien lupus, polymyositis, sjrogen syndrome, artritis reumatoid. 95% pasien yang menderita lupus menunjukan hasil ANA positif dan sekitar 50% pasien yang positif ANA nya menderita artritis reumatoid.

Selain itu juga dapat dilakukan analisa cairan sendi. Dokter anda akan mengambil cairan sendi dengan menggunakan jarum steril, lalu cairan sendi akan dianalisa apakah terdapat peningkatan kadar leukosit atau tidak dan juga dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit  rematik lainnya.

Pemeriksaan foto rontgen dilakukan untuk  melihat progesifitas penyakit RA. Dari hasil foto dapat dilihat adanya kerusakan jaringan lunak maupun tulang. Pemeriksaaan ini dapat memonitor progresifitas dan kerusakan  sendi jangka panjang.

Tidak ada diet khusus untuk penderita artritis reumatoid dikarenakan penyebabnya yang autoimun. Tetapi ada makanan yang dapat mencegah peradangan pada artritis seperti ikan yang kaya akan omega-3 sehingga dapat menurunkan kadar inflamasi/peradangan dalam darah, selain itu juga perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, jeruk, bayam.

Cobalah untuk berolahraga minimal 3x/minggu, masing-masing sesi dilakukan minimal 30 menit. Nyeri sendi dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, aspirin. Namun obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan dan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping. 

Sulit untuk menentukan diagnosis Anda dengan informasi yang terbatas dan tanpa pemeriksaan fisik. Kami sarankan Anda untuk mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga Anda bisa memperoleh terapi yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar