Sukses

Paska Keguguran

19 Oct 2014, 06:27 WIB
Pria, 24 tahun.
Ass. Dok. Saya mau tanya, apakah setiap keguguran harus dikuret? Kalaubiya, terus apa efek bila tidak dikuret? terima kasih.

 Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klik Dokter.

Kematian janin pada triwulan pertama (abortus spontan) dipengaruhi oleh faktor janin dan faktor ibu. Insiden aborsi pada triwulan pertama tinggi. Penyebab paling abortus pada triwulan pertama ini adalah abnormalitas kromosom (30-60%). Kelainan kromosom yang paling sering ditemukan adalah trisomi autosom. Kelainan kromosom tidak hanya dapat mengenai janin, tapi juga plasentanya. Satu penelitian menemukan peningkatan apotosis (proses “bunuh diri” sel) dan penurunan proliferasi sel pada palsenta (ari-ari) yang mengalami kelainan kromosom. 

Sebetulnya, kematian janin pada triwulan pertama juga dipengaruhi oleh faktor ibu. Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti  rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya)  maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya.  Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan.

Sudahkah Anda menjalani pemeriksaan USG pasca keguguran 1 minggu yang lalu? Biasanya Dokter akan memastikan adanya jaringan yang tertinggal atau tidak, melalui pemeriksaan fisik, dalam dan dipastikan dengan USG. Apabila tidak ada jaringan yang tertinggal, maka Anda hanya perlu menunggu datangnya haid sebagai pertanda kondisi organ reproduksi sudah kembali normal. Namun apabila terdapat sisa-sisa jaringan, biasanya Dokter akan melakukan tindakan kuret. Kalau masih ada sisa jaringan dan tidak dilakukan tindakan bisa memicu infeksi, ataupun pendarahan. 

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

0 Komentar

Belum ada komentar