Sukses

Gangguan Fungsi Hati

18 Oct 2014, 21:59 WIB
Wanita, 33 tahun.
Dear Klikdokter.com Akhir-akhir ini saya sering mengalami rasa letih yang teramat sangat. Untuk berdiri sebentar saja, rasanya seperti lari 1km. Terkadang secara tiba-tiba, saya merasakan mual dan telapak kaki menjadi dingin. Kejadian ini berlangsung sejak saya terdiaknosa gangguan fungsi hati pada bulan Mei 2014 yang lalu dengan hasil SGOT 245, SGPT 123, Gamma GT 153, Bilirubin total 4.07, Bilirubin direk 1.50 dan Bilirubin indirek 2.57. Awal mulanya saya hanya merasakan pada bagian dada yang terasa sakit seperti diremas-remas sehingga saya sulit bernafas dan kemudian pingsan. Yang ingin saya tanyakan : 1. Apakah gangguan fungsi hati yang saya alami masih berlangsung mengingat hasil akhir sudah normal (berdasarkan nilai acuan) ? 2. Apakag sama dengan hepatitis A ? 3. Apakah ada yang dikhususkan yang harus saya hindari seperti makanan, aktifitas dll ? Terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sakit liver merupakan istilah awam yang menyatakan terdapatnya gangguan di hati. Gangguan di hati dapat berupa berbagai jenis penyakit seperti hepatitis (infeksi), hepatoma (kanker hati), gangguan hati karena kolesterol, gangguan hati karena alkohol, sirosis (pengerasan hati), dan banyak lagi. 

Yang paling banyak diderita saat ini adalah hepatitis. Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan karena virus Hepatitis. Virus Hepatitis yang paling banyak menyerang manusia adalah virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, dan virus Hepatitis C. Gejala pun dapat bermacam-macam tergantung jenis gangguan hati yang dialami. Gejala hepatitis pada umumnya adalah:

  • Perut begah
  • Mata kuning
  • Mual/muntah
  • badan lemas/cepat lelah
  • nyeri di daerah ulu hati
  • Perubahan pada buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK)

Jenis pengobatan yang akan dilakukan tergantung kepada jenis gangguan hati yang diderita. Salah satu cara untuk melihat fungsi hati adalah dengan pemeriksaan SGOT dan SGPT. SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan. 

SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan baik kerusakan fungsi hati secara akut maupun kronis.  Lebih lanjut kami akan mencoba menjelaskannya satu persatu: 

  •  SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase): merupakan  suatu enzim yang terdapat di dalam sel hati. Ketika sel hati mengalami kerusakan, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke sirkulasi darah dan akan terukur melalui pemeriksaan laboratorium.

  • SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) : seperti halnya SGPT, SGOT merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT akan meningkat kadanya di dalam darah jika terdapat kerusakan sel hati. Namun SGOT tidak spesifik hanya terdapat di dalam hati. SGOT juga dapat ditemukan di sel darah, sel jantung dan sel otot, karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan adanya kelainan di sel hati.

Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (terdapat sedikit variasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan). Peningkatan enzim ini tidaklah mutlak pasti Anda menderita hepatitis atau radang hati. Beberapa kemungkinan lain adalah peradangan saluran empedu atau perlemakan hati. Umumnya apabila Anda menderita hepatitis (dua jenis hepatitis yang paling umum di Indonesia adalah hepatitis Ahepatitis B), ada gejala berupa demam, kuning, mual/muntah. Selain itu, peningkatan enzim hati bisa sampai puluhan kali lipat batas normal.

Kami lampirkan beberapa artikel terkait kesehatan hati untuk Anda baca:

Saat ini kami sarankan Anda untuk lebih sering beristirahat, tingkatkan konsumsi buah dan sayuran. Liver atau hati adalah organ tubuh yang penting untuk menetralisir racun dari makanan atau minuman. Oleh karena itu, pada gangguan fungsi hati, hindarilah makanan yang tidak alami atau banyak mengandung bahan pengawet atau pewarna. Hindari juga konsumsi obat selain dari dokter, seperti jamu-jamuan, obat herbal, obat warung, dan lain-lain. 

Kami menyarankan Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi lebih lanjut mengenai fungsi hati dan penyakit dasar Anda. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar